Home

31 Januari 2014

JAPANESE DECORATIVE PLATE












4 buah piring keramik pajang renda-renda.
3 buah bermarking perusahaan Jepang, 1 buah polosan.
1930 - 1960, Jepang.
3 buah berdiameter sekitar 18,5cm x 2,5cm.
1 buah berdiameter sekitar 15,5cm x 2,2cm.
Kondisi keramik yang 3 buah utuh, 1 buah ada cuil kecil setitik ballpoint di titik tekuk kawat penggantungnya.
Kondisi gambar 1 buah lecet lumayan mayor, 2 buah lecet minor, 1 buah baik-baik saja.

Piring pajang yang sekarang suka di gantung di dinding dapur supaya lebih ''vintage'' dan menguatkan sisi feminim, menunjukkan siapa penguasa dapur sesungguhnya. Piring ini walaupun buatan Jepang, tapi lebih terasa unsur Eropanya ( kecuali yang buketan bunga Jepang ). Mungkin ini karena gaya penggambaran bunga dan warnanya yang sepintas mirip dengan ilustrasi botanikal buku-buku Eropa, juga memang dibuat untuk konsumsi pangsa pasar Eropa dan Asia ( yang dulu masih di jajah Eropa pulak ).
Ke-4 piring :
Zold-Bekasi

27 Januari 2014

CHINESE TORQUOISE FOO DOGS










KILIN BIRU TORQUOISE
Tembikar keramik warna dibawah glasir.
1920an, Shiwan, Cina.
T 20,5 cm x L 8,5cm.
Kondisi terpakai, ada luka / chips lama di salah satu kilin.

Di eksport dari Cina ke Asia dan Eropa pada awal abad 20, kilin yang mempunyai warna biru menyala ini sangat populer sekarang. Dulu sering di dapat di rumah-rumah peranakan sebagai hiasan di meja altar, kini di Eropa benda lucu ini diburu sebagai pajangan untuk rumah modern, karena warnanya yang nge-pop memang  cocok sebagai aksen dekorasi post-modern. Kesan Oriental, tapi fungky.

Tidak mengherankan kalau benda ini kemudian menjadi salah satu benda yang paling banyak reproduksinya di Eropa dan Amerika. Agak susah2 gampang membedakannya, kadang sangat terlihat yang buatan repro karena tidak / kurang detail pada untaian bulu dan kelopak matanya, tapi ada juga repro yang detail, bahkan ada retak seribu dan marking nomernya. Tapi kalau kita dapatkan benda seperti ini di Indonesia atau Asia Tenggara, hampir dapat dipastikan kemungkinan besar benda ini adalah yang original.

Lucunya, dulu benda ini dikalangan antik kita masih dianggap benda kurang bagus atau STW, karena warnanya yang ngejreng, ada garis sambung cetakan dan marking angka Romawi ( dulu dianggap aneh / belum tua kalau ada benda Cina tapi ada nomer Romawi ). Sering marking angka itu kemudian di hapus dengan cara dikerok, seperti yang terjadi pada kilin yang diatas ini ( menghapusnya tidak bersih, masih ada sedikit sisa marking marking huruf Cina-nya, angka Romawinya sudah terkikis semua ).

Kilin betina yang kiri menggenggam anak kilin kecil, yang kanan pejantan memegang bola.
Sepasang Kilin biru torquoise / toska ini :
Zold-Jakarta


1920's CASTROL ENAMEL SIGN




PLANG ENAMEL CASTROL
Porselen enamel diatas plat baja
1920an, Inggris
75 x 49,5 cm
Beberapa bagian pecah rompal porselen enamelnya, lapisan kilap sedang-sedang saja

Salah satu iklan enamel awal Castrol, lebih besar dan hanya 1 muka, termasuk kategori langka, sangat jarang ada dalam kondisi baik dan tidak banyak beredar. Jadi enamel ini masih sangat layak untuk penggemar automobilia.
Bagian belakangnya masih baik, lebih baik daripada lukisan Jackson Pollock, spontan dan tampa tendensi apa-apa.
Zold-Banten

JAPANESE SATSUMA MORIAGE PORCELAIN VASE








VAS JEPANG SATSUMA MORIAGE
Porcelain dengan enamel timbul dan gilding emas
Tidak ada marking, tapi samar-samar  seperti ada bekasnya, dihapus ?
Perkiraan 1920 - 1940an.
Tinggi 18,3 cm, diameter 10,3 cm
Kondisi masih baik dan utuh, hanya gilding emas bagian bibir atas yang mulai menipis karena pemakaian.

Marking pada vas ini kemungkinan memang dihapus, sebuah kebiasaan pada tahun sebelum 2000an, setiap benda oriental yang ada marking huruf romawi selalu dianggap tidak terlalu tua, karena benda keramik baru bisa dianggap antik kalau sudah berusia ratusan tahun. Keramik family rose repubrik Cina peranakan pada waktu itu masih dianggap barang stw yang mudah didapat, apalagi rantang enamel peranakan, cuma untuk ''imbuhan'' atau bonus kalau belanja banyak. Percaya atau tidak, kalau di tahun 90an, iklan enamel masih bisa dibeli dengan harga kilo-an besi. Dalam hitungan kurang dari 10 tahun, handphone dan internet mengubah semuanya secara dramatis, terutama dalam beberapa tahun terakhir ini, globalisasi gila.

Vas yang menggambarkan kannon (semacam Dewi Kwan Im-nya orang Jepang ) dan dua orang suci / arahat ini mempunyai tingkat kedetilan dan kerapi-an lebih jika dibanding dengan keramik sejenis dengan usia yang sama. Tingkat kemeriahan warna dan tekstur-nya pun terasa lebih teratur, teredam oleh komposisinya yang ritmis / berirama.
Zold-Jogja

25 Januari 2014

SHELL ENAMEL SIGN










,

PLANG ENAMEL "SHELL"
Porselen enamel 2 muka.
Marking BRUTON, LONDON, N, ENG
1930an, Inggris.
Lebar 75 cm, tinggi 65 cm.
Ada cacat karat dan grimpil pada beberapa titik, lapisan kilap masih sangat baik. Ada penggantian huruf yang terjadi pada jaman dulu.

Plang berbahasa Belanda ini pada awalnya tertulis AUTOLINE - MOTOROLIE --AGENT, tapi bagian huruf AUTOL dan AGENT telah dihapus, diganti dengan huruf BENZ membentuk kata BENZINE. Penggantian yang masih orisinil dari jaman dulu ini dikerjakan dengan cat minyak.. Hal yang kadang sering terjadi pada plang enamel Shell tipe ini.

Shell dulunya sebagai distributor, menjual bensin dalam bentuk kalengan milik Autoline, produk Kon. Ned. Petr. Mij, bagian dari Royal Dutch Company yang merger dengan Shell pada 1907 menjadi Royal Dutch Shell. Nama Autoline sendiri akhirnya menjadi identik dengan bahan bakar untuk motor dan mobil, sama seperti istilah gasoline ( ? ).
Kemudian berubah menjadi tulisan BENZINE kemungkinan dari perkembangan BPM (anak perusahaan Royal Dutch Shell juga ) yang turut memproduksi bensin dan bahan bakar untuk semua wilayah Netherlands East Indie. Penggunaan kata BENZINE menjadi lebih netral, dapat mewakili produk Autoline dan BPM sekaligus. Kebetulan juga kata BENZINE bisa memakai 3 huruf terakhir tinggalan kata AUTOLINE. Sama halnya penghapusan kata AGENT, lebih bersifat penetralan, tidak harus menjadi agen umtuk menjual produk Shell, Autoline dan BPM, sehingga bisa juga menjual produk bahan bakar dari Socony misalnya.
Kaleng-kaleng jerigen lama sedikit meninggalkan jejak , terdapat kaleng bensin produk Autoline, kaleng Autoline kombinasi Shell, kaleng bensin Shell kombinasi BPM dan tentu saja kaleng oli dari Shell sendiri.
Dibalik plang enamel ini tersimpan sejarah perkembangan dan perubahan strategi pemasaran bahan bakar dan minyak di Indonesia.

Plang ini walaupun buatan Inggris, nampaknya hanya beredar di wilayah jajahan Belanda, terutama Indonesia. Kesamaan bahasa Inggris dan Belanda pada kata autoline, benzine dan agent sering membuatnya dianggap mempunyai wilayah peredaran luas, padahal tidak karena kata motorolie adalah bahasa Belanda.
Bentuk logo kerang Shell-nya termasuk salah satu yang terawal setelah merger dengan Royal Dutch Company, masih ' ribet'  dan rajin bentuknya, bertahan hingga 1948 sebelum menjadi lebih simpel.
Zold-Semarang

ENAMEL SIGN TJAP KOENTJI







PLANG ENAMEL TJAP KOENTJI
Iklan enamel 2 muka.
1930an, produk Jawa Tengah, Indonesia. Buatan Belanda atau Eropa.
33,7 cm x 13 cm.
Kondisi terpakai, dengan cacat rompal dan karat. Lapisan kilap sudah berkurang.

Enamel dalam aksara Jawa dan China, umumnya dianggap tertulis ''Tjap Kuntji'', yang mewakili produk tegel semen Cap Kunci yang masih beroprasi sampai detik ini.
Walaupun logo 'kunci' pabriknya yang sekarang berbeda dengan gambar siluet kunci yang tercetak di plang enamel ini, besar kemungkinan keduanya mewakili produk yang sama. Harusnya bukan mewakili Koentji Bier, walaupun lebih mirip bentuk kuncinya.
Plang seperti ini biasanya hanya ditemukan di sekitar Jawa Tengah, terutama di Jogjakarta, Purwokerto dan Magelang. Hal ini sesuai dengan sejarah Pabrik Tegel Cap Kunci yang dulunya berpusat di Jogjakarta dan mempunyai cabang atau pabrik di Purwokerto, Magelang dan ada juga di Jakarta. Plang yang sama juga pernah menempel di atas sudut tembok pintu masuk P. T. C. Kunci Jogjakarta, sekitar tahun 2000an, entah sekarang masih ada atau tidak (mungkin sudah pindah kerumah anda ? ).

Pabrik Tegel Cap Kunci dulunya bernama Firma Tegel Fabriek Midden Java, berdiri tahun 1927 hasil kongsi duo Belanda,L. M. Stocker dan J. G. Commane, yang pada tahun 1931 posisi Commane digantikan oleh seorang Cina Peranakan bernama Liem Ing Hwie.
Setelah kemerdekaan, masalah etnis menjadi kendala masalah kepemilikan, hal yang mewarnai pasang surutnya oprasional pabrik ini. Nama pabrik diubah menjadi Pabrik Beton dan Tegel Tjap Kuntji pada tahun 1963 oleh pemerintahan Jogjakarta, sebelum dikembalikan kepada pemiliknya yang sah pada tahun 1973. Sebuah karakteristik catatan sejarah perjalanan hidup Cina Peranakan di Indonesia.

Hasil produk pabrik ini tersebar diseluruh pulau Jawa, dari rumah kuno sampai Kraton. Sekarang, kualitasnya pun tidak berbeda jauh dengan jaman dulu, masih mempertahankan sistem dan metode yang sama persis, bahkan katanya beberapa materiar pewarna masih di import dari negeri kincir angin. Bukan barang N.O.S tapi N.O.M, New Old Manner,,,. Maka tidak mengherankan jika sekarang produknya telah tersebar ke manca negara termasuk Eropa.
Pabrikan serupa itu tidak hanya Tegel Kunci saja, ada juga pabrikan lain bernama Tegel Bintang, atau Diamond, juga di Jogjakarta, masih mempunyai puluhan desain kuno sejak jaman dulu yang dapat kita pilih dan dibuatkan.

Plang iklan sederhana ini yang se-tipe dan mempunyai format yang sama, tapi mewakili produk yang berbeda, sejauh yang kami tahu ada 3 jenis. Yang Tjap Koentji, D.P.M dan satu lagi ada gambar naganya, lupa mewakili produk apa. Yang gambar naga lebih jarang tentunya.
Zold-Semarang