Home

7 Oktober 2017

JAVANESE BRASS SPITTOON













1 BUAH PAIDON / TEMPOLONG JAWA
Kuningan ukir
Akhir abad 19 atau awal abad 20, Yogyakarta
Diameter 31 cm, tinggi 50 cm
Ada 1 tambal dari awal pembuatan, sedikit-sedikit penyok normal seperti umumnya benda sejenis yang sudah berusia.
Relatif masih baik


Sebagian dari tempolong ini sudah dibersihkan pemilik sedelumnya, tetapi bagian tertentu yang masih menunjukkan patina usia benda ini tetap kami pertahankan.

Terbentuk dari 3 bagian : kaki,, badan dan kepala yang disatukan.
Untuk tempolong / paidon sebesar ini seharusnya datang dengan jumlah sepasang karena selain berfungsi sebagai tempat membuang ludah / ampas sirih, paidon besar lebih utama diperuntukkan sebagai alas penopang Kembar Mayang, hiasan simbolik dalam perkawinan tadisi Jawa.

Dualisme fungsi yang sepintas nampak saling bertolak belakang ini mungkin mempunyai magna filosofis yang mendalam.
Paidon membuang ludah / ampas sirih sebagai wadah akhir dari aktifitas manusia, tapi berfungsi juga sebagai penopang Kembar Mayang dalam perkawinan untuk menuju terbentuknya bibit baru manusia.
Seperti menunjukkan sisi kehidupan baik & buruk, awal & akhir, kematian & kelahiran, semua komponen yang membuat siklus dunia tetap berputar.

1 tempolong :
Rp 800.000,- / IDR

JAVANESE JEWELRY BOX











1 BUAH TEMPAT PERHIASAN JAWA
Kuningan lapis perak
1930an, Yogyakarta
Mark angka 800 (tapi bukan perak solid)
Diameter 17,5 cm tinggi 9 cm
Ada 1 lubang yang sudah ditambal, lapisan perak mayoritas sudah hilang

1 buah tempat perhiasan :
Zold - Yogya

BALINESE UBUD PAINTING










LUKISAN BALI UBUD
Tempera diatas kanvas
Bertanda tangan : Nj. Petjih
1970an, Ubud, Bali
Lukisan 64 x 94 cm. Dengan frame 94 x 101 cm
Ada sedikit-sedikit lecet / aus, relatif masih baik

Zold - Yogyakarta

27 September 2017

ENAMEL BREAD BOX
















TEMPAT ROTI ENAMEL
Porselain enamel diatas plat baja dan kuningan
1930 - 1940an, Jerman atau Belanda / Eropa
Marking 'TR'
41 cm x 25 cm, tinggi total dengan 'handel' 21 cm
Ada cuil enamel lepas, sedikit-sedikit karat, lecet dan noda
Relatif masih baik

Pada masa-nya tempat menyimpan roti enamel ini menjadi perlengkapan dapur orang Eopa yang kadang turut diangkat dan dihidangkan diatas meja makan. Beberapa memanfaatkannya untuk membawa bekal makanan ketempat kerja atau untuk piknik.

Kebanyakan diproduksi di Jerman, Belanda, Prancis dan negara Eropa Timur.
Berukuran cukup variatif dari lebar sekitar 25 cm hingga 50an centimeter, begitu juga warnanya dari 1 warna polos, 'blurik' hingga bermotif / bergambar.

Pada masa sekarang masih dapat dipergunakan karena fungsinya yang praktis dan efisien untuk menyimpan berbagai jenis dan ukuran roti.
Lapisan enamelnya memberikan perlindungan suhu tertentu sekaligus tidak 'apek' karena terdapat lubang udara kecil dibelakangnya.
Atau bisa menjadi bagian elemen dekorasi untuk ruang bernuansa Art Deco hingga 'Vintage Modern' karena bentuknya yang 'blenduk' itu.

Rp 750.000,- / IDR