Home

31 Agustus 2016

BUKU CERITA ' KANTJIL JANG TJERDIK '













4 JILID BUKU CERITA ANAK
Karya : Raden S. Nimpoeno
Terjemahan A. H. Moeis
Gambar oleh Sajuti Karim
Terbitan W. Versluys ( N.V.) - Amsterdam - Djakarta
Cetakan pertama 1949
20,5 cm x 14,5 cm
Jilid I ( 20 hal ), II ( 21 hal ), III ( 22 hal ), IV ( 21 hal ) - Tamat
Ada geripis, noda dan staples sudah rapuh, halaman mudah lepas.
Pada sampul jilid I ada sobek sedikit-sedikit dan lubang.
Keseluruhan relatif masih baik.

Buku cerita tentang si Kancil yang legendaris, di dalamnya termuat banyak sesi cerita dan gambar oleh ilustrator kawakan Sajuti Karim.
Walau diterjemahkan dari bahasa Belanda, buku ini sarat dengan nuansa 'timur' nya, karena mengambil latar hutan tropis di salah satu sudut hutan di Surakarta, yang adalah tempat kelahiran pengarang S. Nimpoeno, seorang sastrawan Jawa yang tinggal di negeri Belanda.
Unsur Melayu juga sangat terasa dalam buku ini yang kemungkinan diterjemahkan oleh Abdoel Moeis, sastrawan besar Indonesia dari Bukittinggi, Sumatera.

Walau buku ini di tujukan untuk pembaca muda atau kanak-kanak, kata-kata umpatan seperti 'Badjingan' dan ;Bangsat' kerap memenuhi percakapan antar binatang, mungkin pada jamannya hal ini adalah kewajaran, sebuah spontanitas kejujuran tampa beban moralitas yang dipaksakan.

4 buku ini ;
Zold - Bekasi

30 Agustus 2016

BUKU G KOLFF & Co BANDUNG







4 BUKU CERITA ANAK
Gambar oleh Tilly Dalton
Badan penerbitan G. Kolff & Co. Bandung
Cetakan tahun 1950an
20.7 cm x 14,7 cm
# Ombag & Umbul, 18 halaman - Tamat
# Raja Bagondang Diri dengan Puteri-puterinja, 16 halaman - Tamat
# Dua Orang Gadis Bersaudara, 14 halaman - Tamat
# Tjerita Dua Buah Labu, 16 halaman - Tamat
Ada sedikit-sedikit noda / flex, lecet dan staples sudah rapuh, relatif masih sangat baik

Ilustrasi pada ke-4 buku ini dibuat oleh Tilly Dalton, ilustrator sekaligus pelukis berkebangsaan Belanda, karyanya mengisi banyak buku sejak jaman penjajahan hingga beberapa saat setelah kemerdekaan. Salah satu ilustrator penting jaman Ned. Indie.

4 buku ini :
Zold - Jakarta

24 Agustus 2016

CHINESE REPUBLIC PERIOD TEACUPS















10 BUAH CAWAN LUKIS PEREMPUAN
Porselen lukis enamel di atas glasir
1940 - 1950, Jingdezhen, Jiangxi, Cina
2 buah marking Zhong Guo Jingdezhen Chu 13 Pin
8 buah marking Jiangxi Jingdezhen Min 2 Ci
Diameter sekitar 7,7 cm, Tinggi rata-rata 5,5 cm
Kondisi relatif masih baik dan utuh

10 buah cawan :
Zold - KL

CHINESE REPUBLIC PERIOD TEAPOT














TEKO LUKIS PEREMPUAN ERA REPUBLIK
Porselen lukis enamel di atas glasir
1912 - 1949, Jingdezhen, Propinsi Jiangxi, Cina
Marking stam merah, Jiangxi Hu Hua Chang Chu Pin
Hu Hua Chang adalah nama seniman lukis keramik era Republik
Diameter 12,7 cm, tinggi 16,7 cm
Benda terpakai yang masih baik

1 buah teko ;
Zold - KL

18 Agustus 2016

GEIGENZETTEL ALTER MEISTER 1910 PAUL DE WIT














BUKU STEMPEL MAESTRO PEMBUAT BIOLA EX TAN THIAM KWIE
Geigenzettel Alter Meister
Paul de Wit
Terbitan Paul de Wit, Leipzig, Jerman
Cetakan ke-2, 1910, edisi revisi dan pengkomplitan
2 volume, 21cm x 29cm x 1cm
Hardcover linen embos warna emas, merah dan hijau
# Volume I, 16 halaman dan 38 lembar berisi reproduksi foto 424 cap / stamp
# Volume II, 16 halaman dan 40 lembar berisi reproduksi foto 457 cap dan 1 tulisan Antonio Stradivari pada tahun 1708
Kondisi terpakai, ada noda / foxing, lubang, lecet sedikit-sedikit dan tulisan penanda pemilik sebelumnya, relatif masih baik dan terawat untuk buku diatas 100 tahun

Buku tentang cap atau stamp maestro pembuat biola terbaik di Eropa pada abad 16 sampai pertengahan abad 19, diantaranya seperti Giuseppe Guarneri dan Antonio Stradivari.
Paul de Wit adalah kolektor alat musik bersejarah terkemuka di Jerman.

Pemilik sebelumnya dari buku ini adalah Tan Thiam Kwie, tercatat tinggal di Kebon Toegoe 1, Jogjakarta. Beliau seorang pelopor pendidikan musik barat di Indonesia dan maestro pemain musik biola 3 jaman ( pendudukan Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan )

Tan Thiam Kwie atau dengan nama lain Karnadji Kristanto menjadi salah satu staf pengajar awal di SMIND / Sekolah Musik Indonesia pada tahun 1952 di Jogjakarta.
Sebagai maestro biola dan guru, dari tangannya turut membentuk beberapa musisi ternama Indonesia dan internasional, seperti pemain biola Ayke Agus, Luluk Purwanto dan lain-lain.

Zold - Makassar