Home

Showing posts with label BENDA KAYU. Show all posts
Showing posts with label BENDA KAYU. Show all posts

November 26, 2016

JAPANESE LACQUERED WOOD TEA CEREMONY BOX











CEPUK LACQUER JEPANG
Lacquer di atas kayu
1930 - 1950an, Jepang
# Cepuk 1 : Diameter 8,2 x 6,2 cm
   Ada lecet sedikit-sedikit, lacqyer ada terkelupas pada pantat-nya
# Cepuk 2 : Diameter 7,1 cm x 4,3 cm
   Ada lecet sedikit-sedikit
# Cepuk 3 ( Bonus ) : Diameter 7,5 cm x 5,5 cm
   Ada tambal dan tusir cat baru, lecet dan tusir disana sini

Cepuk untuk menyimpan bubuk teh dan dupa, dipergunakan dalam perlengkapan upacara minum teh di Jepang

2 cepuk + 1 bonus :
Zold - Banyumas

May 25, 2015

RUSSIAN FOLK ART KHOKHLOMA CONTAINER









6 CEPUK / WADAH KAYU KHOKHLOMA
Lacquer lukis merah, hitam dan emas di atas kayu
1930 - 1950an, Rusia
Salah satu ada marking pembuat dalam bahasa Rusia
4 buah ukuran diameter 6,2cm, tinggi 6cm
1 buah diameter 10cm, tinggi 17,2cm
1 buah diameter 13,7cm, tinggi 23,7cm
Benda terpakai yg masih baik, ada lecet dan aus sedikit-sedikit

Seni rakyat Rusia ini sudah ada sejak abad 17 dan sampai sekarang masih dibuat.
Bentuk dan pewarnaan serta motif ke 6 wadah ini adalah yg klasik lama, hanya menggunakan kombinasi 3 warna ( emas, merah dan hitam ).
Benda seperti ini kalau di pulau Jawa sering ditemukan dalam rumah Peranakan Cina, dan kebanyakan selalu dengan bentuk membesar ke bawah dengan pola motif serupa, entah apa kolerasi antara cepuk Rusia ini dengan keseharian peranakan Cina.

Ke 6 wadah kayu ini :
Zold - Sulsel

March 13, 2015

VINTAGE WEEPING BUDDHA STATUE





PATUNG BUDDHA NANGIS
Kayu ebony
1970 - 1980an, Bali ( ? ) Indonesia
5,5 cm x 4,5 cm, tinggi 5,5 cm
Benda terpakai yang masih utuh dan baik

Terbuat dari kayu ebony yang sangat keras, tenggelam di air, sulit mendapatkan kayu ebony sekarang dalam bentuk bahan mentah secara legal karena telah di lindungi. Banyak terdapat di pulau Sulawesi dan di Bali dulunya. Pada tahun 70 - 80 an, oleh para pemahat Bali banyak dibuat patung untuk kebutuhan survenir.

Karakter kayunya mirip dengan kayu swanci Cina, karena masih satu famili. Dulu eboni juga sering di gunakan untuk merepro / me-repair perabot Cina. Walaupun sama-sama tenggelam, keras dan padat seratnya, keduanya mempunyai perbedaan. Pada eboni motif belangnya lebih besar dan kontras, cenderung teratur dan dominan. Pada 'swanci doreng' yang juga ada belang, tapi biasanya tidak teratur dan lebih halus, tidak terlalu terasa kalau tidak benar - benar di amati. Dan yang paling membedakan adalah tone warnanya, eboni cenderung ke arah kuning gelap hitam, sedangkan swanci doreng berwarna merah kehitaman.

Buddha nangis atau Buddha malu sering juga disebut patung Yogi, mungkin karena posisi tubuhnya yang luarbiasa melengkung dan bermeditasi, mirip posisi sedang ber-yoga,, Filosofi patung ini bermacam - macam, salah satunya yang agak asik adalah : Kita harus mengalahkan, menundukkan, melipat ego pikiran dan kebutuhan fisik kita,,,seperti mendekati dan mencium 'pusar bodong' kita yang adalah sumber penghidupan kita ketika dalam rahim, dari sinilah akan lahir visi melihat dunia dengan '' mata ke tiga ''

Rp 100.000,-