Home

Showing posts with label CERAMIC. Show all posts
Showing posts with label CERAMIC. Show all posts

February 8, 2021

'KOFFIE DE LEEUW' COFFEE CUPS















6 BUAH CANGKIR KOPI 'KOFFIE DE LEEUW'
Keramik porselain 'stamp print' enamel merah & lukis enamel hijau + krem.
1920 - 1930an, keramik buatan Jepang untuk produk di era Hindia Belanda - Semarang, Jawa.
Marking 'burung' SGK
Diameter cangkir 6.7 cm, tutup 8,2 cm. Tinggi total 10 cm.
Ada 2 cangkir dan 1 tutup yang cuil kecil.
Relatif masih baik

6 cangkir tampa lepek / tatakan ini adalah bagian dari memori sejarah perusahaan2 yg pernah beroperasi di jaman Hindia Belanda / Ned. Indies.
'Koffie De Leeuw' yang beralamat di Karang Sarie No.21 - Semarang, seperti umumnya benda yang dibuat untuk tujuan promosi / iklan, dahulu cangkir2 spt ini tidak diperjual belikan secara langsung. Untuk memperolehnya didapat dengan cara menukarkan bungkus produk yang bersangkutan dalam jumlah tertentu dengan tingkatan hadiah tertentu juga, misal 10 bekas bungkus 'Koffie De Leeuw' dapat ditukar dengan 1 cangkir atau 5 bungkus dapat lepek dstnya.
Cara memperoleh seperti ini mungkin yg menyebabkan peninggalan benda2 sejenis cenderung didapatkan dalam kuantitas berbeda2 dari satu sumber dengan yang lain.

ZOLD - JKT

December 16, 2016

PIRING SERIMPI II











3 PIRING KECIL PENARI SRIMPI
Keramik porselen dengan print diatas glasir
1950 - 1960, piring buatan Cina, gambar buatan Jawa Tengah
1 buah marking 'Wajang', 2 buah marking 'GRD / Garuda', kemungkinan nama perusahaan pembuat gambar / motifnya
Diameter sekitar 13 cm x 1,5 cm
Benda terpakai yang masih baik

Piring dengan motif penari Serimpi ini dibuat berdasarkan ilustrasi buatan Tyra Kleen, seorang seniman ilustrasi dan pelukis kebangsaan Swedia.
Yang menetap di Indonesia ( Jawa dan Bali ) pada masa Hindia Belanda antara tahun 1919 hingga 1921. Kecintaan dan  pemahamannya pada budaya Jawa dan Bali membuat ilustrasinya menjadi bagian penting dalam catatan Etnografi ke-dua budaya tersebut.
Beliau adalah orang asing pertama yang diperbolehkan melihat tarian upacara sakral Bali yang di hadiri para Pedande Agung, menunjukkan intensitas dan kepiawaiannya melebur dalam budaya setempat.

Ilustrasi yang termuat dalam semacam portfolio / buku catatan terbitan 1925 berjudul Het Serimpi Boek. Berisi 20 ilustrasi berwarna dan 12 gambar halftone / hitam putih dengan 30 halaman teks tentang penari Serimpi dan Bedoyo dari Kraton Soerakarta.

Karena sensitifitas gambar yang dicetak diatas glasir, rasanya piring dengan tema seperti ini tidak dipergunakan dalam keseharian. Lebih berfungsi sebagai piring hias, di jejer didalam etalase lemari kaca, menunjukkan jati diri dan filosofi orang Jawa yang termuat dalam tarian sakral Serimpi.

3 piring hias kecil ini :
Zold - Jogja

December 15, 2016

ZHANGZHOU ARTEMISIA LEAF DISH II










1 BUAH PIRING TRANSISI AKHIR MING - AWAL QING # 2
Porselen lukis biru dibawah glasir
Abad 17 / 1640 - 1690, Zhangzhou, Propinsi Fujian, Cina
Diameter 19 cm, tinggi 6,3 cm
Ada 1 cuil berikut retak dan 1 cip di bibir piring

Keramik dengan motif daun Artemisia ( daun Baru Cina ) dan puisi Cina.
Daun Artemisia menjadi salah simbol yang sering dimasukkan dalam '8 harta karun keberuntungan', melambangkan perlindungan dan mempunyai kekuatan penyembuhan.
Lambang daun ini juga kerap ditemukan / dipergunakan sebagai marking pada keramik pada Qing awal periode Kangxi, masa ketika marking nama pemerintahan Kekaisaran dilarang dipergunakan.

Keramik ini berada dalam era transisi dari Kekaisaran Ming ke Qing / Transitional Period . Peralihan kekuasaan dari Ming periode Tianqi / Chongzhen ke Kaisaran Qing periode Sunzhi / Kangxi.
Bentuk motif seperti ini selain dari Swatow juga di produksi di daerah Jingdezhen, menjadi bagian penting dari keramik yang hadir di era Transitional Period. Di era ini keramik mengalami masa yang berbeda sama sekali dari sebelumnya, terjadinya perubahan Kekaisaran mengakibatkan terjadinya pergeseran dari tradisi pembuatan keramik sebelumnya.

Piring ini mungkin menjadi salah satu bentuk produk keramik terakhir dari daerah Swatow / Zhangzhou.
Seiring makin berkuasanya Dinasty Qing, pada 1660an yang memobilisasi semua penduduk di daerah sepanjang pesisir Fujian dan Guangdong untuk memotong bantuan kepada sisa pendukung Dinasty Ming terakhir di sekitar daerah Taiwan.
Pada masa ini daerah pembuat keramik di Zhangzhou mengalami penurunan drastis dan perlahan mati total. Setelahnya tak pernah bangkit lagi, berbeda nasibnya dengan kiln keramik Jingdezhen, posisi penghasil utama keramik rakyat ini kemudian di gantikan oleh kiln di Dehua dan sekitarnya.

1 buah piring ini:
Price on request

November 21, 2016

VINTAGE JAPANESE IMARI CHARGER










1 BUAH PIRING MOTIF BUNGA & BURUNG
Stoneware dengan transferprint di bawah glasir
Marking huruf Kanji ' Seiho Gama '
1950 - 1970an, Arita, Jepang
Diameter 31,5 cm x 3,7 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh

Zold - Tanggerang

September 23, 2016

CHINESE TEAPOT WITH INSCRIPTION












TEKO LUKIS PEREMPUAN
Porselen lukis enamel di atas glasir, tangkai perunggu
Qing akhir atau awal Repubrik / 1890 - 1920, Jingdezhen, Cina
Markingstamp merah kabur
Diameter 11,6 cm, Tinggi 13,7 cm
Benda terpakai yang masih baik, gilding ada sedikit-sedikit yang memudar

1 teko ini :
Zold - KL