Home

23 Mei 2016

W. VAN GELDER KLEINE SCHOOLATLAS VAN NEDERLANDSCH INDIE









BUKU ATLAS SEKOLAH JAMAN HNDIA BELANDA
Kleine Schoolatlas van Nederlandsch Indie
Voor de Indische Lagere School
Oleh W. Van Gelder dan C. Lekkerkerker
Terbitan J. B. Wolters, Groningen, Den Haag, Batavia
Cetakan ke enam, 1932
Hard cover, 20,5cm x 26,6cm x 0,5cm
Berisi 26 halaman gambar peta.
Buku terbaca / terpakai, ada cuil, gripis dan flex, relatif masih lumayan baik

Rp 350.000,- / IDR

20 Mei 2016

JAPANESE FAMILLE NOIRE VASES













SEPASANG VAS FAMILLE NOIRE JEPANG
Porselen lukis enamel pancawarna diatas glasir
Marking 3 huruf Kanji ' Te Cu Ka'
1900 - 1920, Jepang
Diameter 9,5 dan 10cm. Tinggi 20,4cm dan 17,8cm
Kondisi masih baik, sedikit-sedikit cecel enamel
Vas yang lebih kecil tampa tutup, umumnya yang terjadi pada ukuran ini karena difungsikan sebagai vas bunga.

Vas Famille Noire Jepang tipe ini termasuk langka, berbeda usia dan kualitas glasir dengan umumnya vas sejenis yang didominasi warna hitam. Termasuk tipe awal pembuatan ketika produk Jepang mencoba meniru produk buatan Cina untuk mengambil alih pangsa pasar di Asia Tenggara dan Eropa.
Lukisan buket bunga diatas putih pada vas ini menonjolkan image klasik lukisan Famille Rose Cina, dan enamel hitamnya masih doff tidak mengkilap, menjadi pembeda utama dengan produk sejenis di era tahun 1980an.

2 vas ini :
Zold - Jogja

15 Mei 2016

YOGYA SILVER TEA SET


















TEASET PERAK KOTAGEDE YOGYAKARTA
Perak kadar baik / 800
1930 - 1940an, Kotagede, Yogyakarta, Indonesia
Marking ZR800 DELUX
Teko teh / kopi : 20cm x 12,5cm, tinggi 19,8cm
Teko susu / creamer : 16cm x 9,5cm, tinggi 15.5cm
Tempat gula : diameter 9cm tinggi 11cm
Tempat sendok / wadah ampas : diameter 8cm tinggi 8,5cm
Berat total perak sekitar 1476 gram
Kondisi patina masih aslinya, dapat dibersihkan total bila hendak di fungsikan. Benda ini dulunya hanya untuk penghias hingga bagian dalam masih bebas dari residu pemakaian. Ada sedikit penyok pada lingkaran kaki teko yang besar, relatif masih baik.

Perak Kotagede adalah salah satu produk asli Indonesia yang sudah di kenal dunia sebelum jaman kemerdekaan. Sudah di akui eksistensinya dalam peredaran karya seni perak secara Internasional.

Pada tahun 1930an, keberhasilan kerajinan perak Kotagede dikenal dunia banyak diprakarsai oleh seorang wanita Belanda Mary Agnes van Gesseler Verschuir Pownall istri Gubernur Belanda untuk Jogja pada masa itu. Mengambil inspirasi keberhasilan perak di Kamboja, perak Kotagede menyusun langkah untuk mengikuti jejak negara beragama Buddha itu.

Selain atas jasa beliau dalam memajukan industri perak Kotagede, kesuksesan juga banyak terbantu oleh beberapa eksibisi perak tahun 1928 - 1929an baik di Jogja atau di Newyork Amerika. Juga dipicu oleh turunnya harga perak dunia pada masa itu sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat menengah keatas.

Mayoritas bentuk fisik peraknya mengikuti bentuk perabot Eropa ( karena memang untuk pangsa pasar Eropa / Belanda dan Amerika ), tetapi motif banyak didasarkan pada situs-situs / candi jaman kerajaan Hindu Buddha, juga beberapa motif dipengaruhi oleh design batik Jawa klasik.

Kualitas perak dan penggarapan pada masa itu secara umum dapat dikatakan berbeda dengan kualitas perak Kotagede sekarang. Semua hasilnya dulu mengikuti proses seleksi kualitas yang tegas, benda yg dikerjakan dibawah standar masa itu akan di hancurkan kembali / diulang. Penempatan standar kualitas yang tinggi ini menghasilkan kepercayaan dan apresiasi dari dunia luar. Benda teaset berbentuk buah pear diatas cukup bisa menjadi contoh kualitas dan keindahan karya seni perak Kotagede.

Karena untuk konsumen luar, benda yang diciptakan sebelum tahun 1950an jumlahnya lebih sedikit yang tersisa di Indonesia, jumlah yang lebih besar ada di Eropa terutama Belanda dan Amerika.

Zold - Jakarta