Home

25 Mei 2015

RUSSIAN FOLK ART KHOKHLOMA CONTAINER









6 CEPUK / WADAH KAYU KHOKHLOMA
Lacquer lukis merah, hitam dan emas di atas kayu
1930 - 1950an, Rusia
Salah satu ada marking pembuat dalam bahasa Rusia
4 buah ukuran diameter 6,2cm, tinggi 6cm
1 buah diameter 10cm, tinggi 17,2cm
1 buah diameter 13,7cm, tinggi 23,7cm
Benda terpakai yg masih baik, ada lecet dan aus sedikit-sedikit

Seni rakyat Rusia ini sudah ada sejak abad 17 dan sampai sekarang masih dibuat.
Bentuk dan pewarnaan serta motif ke 6 wadah ini adalah yg klasik lama, hanya menggunakan kombinasi 3 warna ( emas, merah dan hitam ).
Benda seperti ini kalau di pulau Jawa sering ditemukan dalam rumah Peranakan Cina, dan kebanyakan selalu dengan bentuk membesar ke bawah dengan pola motif serupa, entah apa kolerasi antara cepuk Rusia ini dengan keseharian peranakan Cina.

Ke 6 wadah kayu ini :
Zold - Sulsel

23 Mei 2015

JAPANESE HAND PAINTED DECORATIVE PLATE IV








3 BUAH PIRING KRAWANGAN JEPANG
Porselen lukis enamel di atas glasir
Marking tulis tangan ' Dae Nippon' pada 2 buah piring
1868 - 1912, Arita, Jepang
1 buah diameter 15,7cm x tinggi 2cm
2 buah diameter 18,3cm x tinggi 2,2cm
Benda terpakai, masih baik dan utuh

3 buah piring ini :
Zold - Makassar

22 Mei 2015

DUTCH SILVER SNUFF BOX









WADAH PERAK TEMBAKAU HIRUP
Perak kadar 833 lapis emas
1925, Utrecht, Belanda
Marking singa 2 ( kadar 833 ), kepala dengan helm huruf B ( kota Utrecht ), huruf P ( tahun 1925), pedang ( benda berukuran kecil kadar 833 ) dan PR3 marking untuk pembuat GEBROEDERS van ROOSMALEN ( 1913 - 1953 )
Diameter 11cm, tinggi sekitar 2,8cm
Berat 110 gram
Barang terpakai yg masih baik, gilding emas bagian luar sudah mulai aus / pudar, bagian dalam cepuk lapis emasnya masih sangat baik

1 buah cepuk perak Eropa ini :
Zold - The Haque, Netherlands

21 Mei 2015

YOGYA SILVER LOTUS BOWL










MANGKOK LOTUS PERAK JOGJA
Perak kadar 800
1930 - 1940an, Kota Gede, Yogyakarta, Indonesia
Marking 'DH 800'
Diameter 17,1cm, tinggi 3,5cm
Berat 162 gram
Benda terpakai yang masih baik

Babak baru kerajinan perak Kota Gede, Jogja di mulai sekitar tahun 1930an berkat inisiatif seorang wanita Belanda bernama Mary Agnes van Gesseler Verschuir Pownall, istri gubernur Belanda untuk Yogyakarta pada masa itu.
Babak baru ini menggantikan era sebelumnya yg telah mengalami masa paceklik karena berkurangnya konsumen dari kalangan bangsawan ningrat yg sedang 'jatuh' pada masa itu.

Ide Mary Agnes van G.V.P untuk menghidupkan kembali kerajinan perak di kota ini banyak di dasarkan pada pengetahuannya tentang keberhasilan negara Kamboja dalam bisnis peraknya. Pengetahuan ini sedikit banyak mempengaruhi motif perak Kota Gede di kemudian hari.

Benda yg di buat banyak berdasarkan pada desain peralatan bangsa Eropa, motifnya di pengaruhi oleh budaya Jawa, Eropa dan Asia ( terutama Budhisme Kamboja ). Pangsa pasarnya adalah orang Eropa dan Amerika, maka tidaklah mengherankan kalau kerajinan perak Kota Gede tempo dulu ini lebih banyak berada di Belanda dan Amerika, reputasinya jg jauh lebih dihargai di luar negri ketimbang oleh kita sendiri.
Karena desain bentuknya kadang sangat Eropa, sering kerajinan perak bangsa kita ini dianggap benda buatan Eropa.

Markingnya sangat sederhana, tidak mengikuti pakem standar marking perak Eropa umumnya, hanya kadar perak ( 800 atau 925 ) dan nama pembuat saja (banyak yg hanya initial). Nama pembuat bervariasi dari nama latin Indonesia, bahasa Inggris sampai aksara Jawa.

1 buah perak Jawa Kota Gede ini :
Zold - Tangerang

YOGYA SILVER HANDLED CANDY BASKET










WADAH PEMEN PERAK JOGJA
Perak kadar 800 / 1000
1930 - 1940, Kota Gede, Yogyakarta, Indonesia
Marking '800 PS'
Diameter 16,3cm, tinggi 11cm
Berat 161 gram
Benda terpakai yg masih baik

1 wadah perak ini :
Zold - Tangerang

JAVANESE SILVER TRINKET BOX










WADAH PERHIASAN PERAK JAWA
Perak kadar 800 dan sejenis batu / kristal ( ? )
1920 - 1930an, Jawa Tengah
Marking '800 PHT'
Diameter 10,5cm, tinggi 11,5cm
Berat 358 gram
Benda terpakai yg masih baik, ada sedikit gelombang pada tutup atas.

Bentuk awal dr kerajinan perak di Jawa, biasanya masih dibuat hanya untuk kalangan ningrat atau saudagar saja.

1 buah wadah perak ini :
Zold - Jakarta