Home

17 Juni 2018

TJERITA SILAT KIM TJOA KIAM / PEDANG ULAR EMAS













9 BUKU CERITA SILAT O.K.T
Disadur oleh O.K.T. (Oey Kim Tiang)
Terbitan Keng Po, Djakarta, 1956 / 1957
Jilid 1 - 3 cetakan ke 2, jilid 4 - 9 cetakan pertama
18 cm x 13 cm
Jilid 1 s/d 9, Tamat
jilid 1 -8 masing-masing 80 halaman, jilid 9 : 62 halaman
Ada lecet, noda, cuil dan sobek sedikit-sedikit.
Cover depan jilid 1 ada sobek yang tertambal.
Keseluruhan buku relatif masih baik.

9 buku :
Rp 250.000,- IDR

TJERITA SILAT SIOE TAY GIN PIAUW / ANGKIN SULAM & PIAUW PERAK









3 BUKU CERITA SILAT KENG PO
Saduran oleh O.K.T (Oey Kim Tiang)
Terbitan Keng Po, Djakarta
Cetakan pertama 1955 / 1956an
Jilid 1 - 3, Tamat
Jilid 1 & 2 : 80 halaman, jilid 3 : 56 halaman
18 cm x 13 cm
Ada lecet, noda dan cuil sedikit-sedikit, relatif masih baik

3 buku :
Rp 125.000,- IDR

16 Juni 2018

DUTCH ENAMEL BREAD BOX II














2 BUAH KOTAK ROTI ENAMEL
Porselen enamel, plat besi baja dan kuningan
1920 - 1940an, Belanda atau Eropa
Ukuran kuning : 44 cm x 26 cm, tinggi kotak saja 17 cm
Ukuran hijau : 47,5 cm x 26 cm, tinggi kotak saja 16,5 cm
Ada karat dan cuil enamel sedikit-sedikit, relatif masih sangat baik

Wadah tempat menyimpan roti peninggalan jaman kolonial.
Ukuran kedua kotak enamel ini termasuk yang besar dengan kondisi relatif baik. Kerusakan umum kotak seperti ini selain pada permukaan enamelnya adalah pada pengunci depannya. Pengunci yang masih baik mempunyai tarikan pegas ketika diputar, kadang masih mengeluarkan bunyi 'klik' ketika mengunci atau membuka.

Wadah seperti ini umumnya di Indonesia salah dipahami fungsinya, dianggap kotak perkakas penyimpanan apa saja. Padahal kotak seperti ini dalam tradisi Eropa diciptakan khusus untuk menyimpan roti.
Lubang-lubang kecil disekitar engsel belakang membantu sirkulasi agar roti tidak pengap (berbau apek) dan pada bagian dasar dalam kotak berbaris tonjolan tipis untuk meniris minyak / lemak roti kepinggir dasar.

Dengan bentuk tampa sudut dan warna yang cerah, kotak ini menyenangkan untuk dipandang dan mudah penempatannya dalam dekorasi ruang. Warna kuning termasuk warna yang menggaraihkan dan lebih sedikit keberadaannya dibanding warna yang lain.

1 kotak kuning :
Zold - Jakarta

1 kotak hijau :
Zold - Jakarta

15 Juni 2018

ENAMEL SIGN PETODJO IJS








IKLAN ENAMEL ES BATU PETODJO
Porselen enamel diatas plat baja
1910 - 1930, buatan Belanda untuk produk Hindia Belanda / Indonesia
80 cm x 24,5 cm cembung
Ada karat, cuil dan gerepes, relatif masih baik

Perusahaan yang awalnya didirikan orang Belanda ini menjadi salah satu perusahaan tertua sejak akhir abad 19 yang masih bertahan hingga saat ini.
Didirikan sekitar tahun 1870 di Batavia, Petodjo Ijs adalah perusahaan pertama di jaman kolonial yang membuat es batu.
Hadirnya tehnologi pembuatan es pada abad 19 yang kemudian diperkenalkan di pulau Jawa membuat dampak besar pada polah tingkah laku penyajian makanan minuman hingga budaya usaha masyarakat kecil.
Pedagang es keliling di Batavia / Jawa 1910an dalam salah satu postcard keluaran G. C. T. van Dorp & Co dan kartu pelajaran abjad bahasa Belanda, menggambarkan toko penjual es dengan latar nama Petodjo Ijs. Tampak es batu masih digergaji dan ditimbang, pembeli memiliki semacam kotak untuk membawanya.

Respon kebutuhan es batu di daerah Hindia Belanda yang tropis adalah luar biasa,, seperti tanaman disiram air, maka dalam waktu singkat usaha batu es menjadi marak dan di-ikuti perusahaan-perusahaan lainya.
Petodjo Ijs sendiri berkembang sangat pesat, hampir disemua kota besar pulau Jawa didirikan pabrik es batu demi efektifitas penjualan (mengingat kondisi es batu yg mudah lumer dan waktu tempuh transportasi yg lama pada waktu itu). Kota seperti Bandung, Bogor, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya dll memiliki pabrik Petodjo Ijs. Bahkan hingga ke Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera juga terdapat pabrik es ini.

Foto suasana pekerja & mesin pabrik Petodjo Ijs di Medan pada tahun 1925.
Pabrik secara konstan beroperasi hampir 24 jam, mengeluarkan suara bising sepanjang hari. Untungnya mayoritas penduduk sekitar adalah pekerja perusahaan ini, menghindari protes kenyamanan lingkungan.
Image nyolong dr sebuah badan lelang 'Zwiggelaar Auction' di Belanda.

Puncak jaman keemasan perusahaan ini diperkirakan tahun 1920 - 1940an, memiliki pabrik dan aset dalam jumlah besar diseluruh wilayah kolonial. Bahkan ketika semakin majunya tehnologi pendingin untuk kebutuhan rumah tangga semakin menambah kebutuhan es batu. Pendingin ruangan dan kulkas periode paling awal membutuhkan benda ini supaya berfungsi.
Sebuah iklan Petodjo Ijs dalam buku majalah Moii Bandoeng No.6 Juni 1939.
Kulkas bentuk awal yang masih bernama Ijskast, membutuhkan 5 kg es batu perhari supaya dingin.

Perubahan era selanjutnya terutama dengan semakin majunya tehnologi pendingin pada kulkas mulai mengikis kejayaan pabrik es ini. Sekitar tahun 1970an akhir, kulkas sudah menghasilkan es batu sendiri untuk kebutuhan rumah tangga. Anak macan kecil yang dulu turut di supportnya kini sudah besar dan berbalik membunuhnya. Jadi secara langsung tidak langsung terciptanya kulkas berawal dari kebutuhan manusia akan es batu, walau dalam frame lebih luas kebutuhan suhu dingin untuk selera rasa dan penyimpanan.

Petodjo Ijs di jaman kemerdekaan berubah nama menjadi Saripetojo, diambil alih oleh pemerintah menjadi BUMN, jejaknya masih ada dan beberapa masih beroperasi hingga sekarang.
Perusahaan-perusahaan besar milik orang Belanda banyak yang di-nasionalisasi kisaran tahun 1950an, salah satu organisasi politik yang paling semangat menasionalisasi perusahaan milik Belanda adalah Partai Komunis Indonesia, yang saat itu terkenal sangat anti kolonialisme dari Barat.

1 buah enamel
Zold - Batavia

14 Juni 2018

J. GRUNO GRONINGEN TOBACCO SHAG 'TJAP BOELAN BINTANG' ENAMEL SIGN










IKLAN ENAMEL TEMBAKAU TJAP BOELAN BINTANG
Porselen enamel diatas plat baja
1920 - 1930an, Belanda untuk pangsa pasar Hindia Belanda / Indonesia
53,5 cm x 78,5 cm dengan lipatan frame keliling
Ada karat dan cuil enamel terutama pada sekeling frame
Ada lengkung pada bagian bawah, tidak signifikan ketika terpasang didinding.
Kondisi relatif masih sangat baik, terutama kilap dan keutuhan gambar, nyaris sempurna.

Perusahaan tembakau J. Gruno Groningen, Belanda sudah ada sejak awal tahun 1900an dan mengalami kehancuran dalam Perang Dunia ke II terutama dalam peristiwa perang pembebasan kota Groningen pada tahun 1945.
Dengan masa produksi yang relatif cukup pendek, sekitar 40 - 50 tahun, tidaklah mengherankan jika jejak eksistensi Tabaksfabriek J. Gruno Ltd lumayan jarang dijumpai.

Produk 'tembaco shag' Tjap Boelan Bintang adalah produk untuk pangsa pasar Indonesia pada masa kolonialisme, terbuat dari tembakau murni Virginia. Di negara asalnya produk serupa masuk dalam merk dagang 'Dragon' seperti tertulis pada gambar bungkus tembakau enamel diatas.
Contoh produk merk dagang 'Dragon' dari Van J. Gruno Groningen, koleksi dari Museum Rotterdam

Visual enamel ini sangat menggambarkan karakteristik mayoritas orang Indonesia atau suku Jawa khususnya pada waktu itu. Dengan memakai peci hitam dan sarung kain batik, merokok sambil melinting tembakau dalam posisi jongkok. Jongkok adalah tindak laku tubuh yang spesial untuk bangsa Asia, juga peci serta lambang bulan & bintang mewakili kepercayaan mayoritas di Nusantara.

Kelangkaan, keunikan tata bahasa dan nilai estetika enamel ini tak terbantahkan, menjadikan enamel ini salah satu enamel kategori 'prime' untuk kolektor enamel Indonesia.
Ukuran enamel ini juga lumayan besar, lebih besar dari yang umumnya kita ketahui (40cm x 60an cm), untuk mendapatkan benda serupa kembali kadang adalah misteri,,entah kapan bisa lagi terjadi
Thanks Dimas Bsa

1 buah enamel orang jongkok :
Zold - Jakarta