Home

14 Mei 2017

CHINESE BLUE & WHITE GOURD VASE





VAS BIRU PUTIH
Keramik lukis biru dibawah glasir
1990 - 2000an, Cina
Diameter 11 cm, tinggi 21 cm
Masih utuh dan baik

Zold - Sulsel

VINTAGE JINGDEZHEN PROC VASE






VAS LUKIS PEREMPUAN
Porselen lukis enamel pancawarna diatas glasir
1950 - 1970an, Jingdezhen, Cina
Marking 4 huruf ' Qianlong Nian Zhi '
Diameter 11 cm, Tinggi 25,3 cm
Benda terpakai yang masih baik

Keramik 'stw' dengan porselen berkualitas dari Jingdezhen, hiasan lukisan biasanya di buat di Hongkong. Untuk jenis vas ini, tematik 'perempuan' mempunyai kalangan penggemar tersendiri.

1 buah vas
Zold - SulSel

8 Mei 2017

VINTAGE JINGDEZHEN EGGSHELL PORCELAIN VASE II




Vas # 1 jumlah 1 buah
Diameter 9,6 cm tinggi 13 cm
Utuh / N.O.S



Vas # 2 jumlah 6 buah
Diameter 9,6 cm tinggi 13 cm
Utuh / N.O.S




Vas # 3 jumlah 1 buah
7,6 cm x 4,8 cm. Tinggi 14,6 cm
Utuh / N,O,S




Vas # 4 jumlah 7 Buah
7,6 cm x 4,8 cm. Tinggi 14,6 cm
Utuh / N.O.S




Vas # 5 jumlah 2 buah
Diameter 5,5 cm. Tinggi 13,8 cm
N.O.S , salah satu ada luka sedikit

17 BUAH VAS PORSELEN KULIT TELUR
Porselen 'eggshell' lukis enamel dan cap / stamp
1960 - 1970an, Jingdezhen, Cina
Marking 4 huruf ' Jing De Zhen Zhi '
Benda belum terpakai / NOS, masih sangat baik

Penggunaan istilah 'eggshell' atau ' kulit telur ' pada keramik porselen tipis semacam ini kadang tidaklah terlalu berlebihan. Kenyataannya memang hampir seperti itu, dengan ketebalan hanya sekitar 1 mm, nyaris menyerupai tipisnya lampu bohlam kaca dengan bobot yang super ringan.

Hiasan atau dekorasi vas menggunakan tehnik lukis langsung pada objek utamanya, sedangkan hiasan ukiran motif pada bagian atas dan bawah menggunakan cap / stamp, sebuah kebiasaan tehnik yang banyak di praktek-kan setelah tahun 1950an. Sama seperti kalau dalam dunia batik, ini adalah tehnik kombinasi lukis dan cap.
Bentuk vas dan tema dekorasinya sendiri berasal dari tradisi keramik Cina sejak jaman dinasty Ming dan Qing.

Zold - Makassar

27 Maret 2017

KONINKLIJKE PAKETVAART MAATSCHAPPIJ / KPM DRINKING GLASSES













12 GELAS K.P.M
Gelas beling dengan etsa tulisan
1920 - 1950an, buatan Belanda
# 4 buah diameter 6,2 cm, tinggi 10 cm
# 4 buah diameter 5,5 cm, tinggi 13,6 cm
# 4 buah diameter 5,7 cm, tinggi 15,5 cm
Benda terpakai yang relatif masih baik dan utuh. Dinding gelas mayoritas masih bening, hanya sedikit-sedikit yang sudah buram oleh residu air.

K.P.M dibentuk oleh Stoomvaart Maatschappij Nederland / S.M.N dan Rotterdamsche Lloyd / R.L pada 1888 dan mulai resmi beroperasi pada 1 Januari 1891 dengan 29 kapal uap.

Menjadi penghubung seluruh wilayah jajahan kolonial Belanda, juga melayari sampai pelabuhan di Singapura, Penang, Hongkong, Manila, Saigon hingga  pelabuhan-pelabuhan yang ada di Australia dan Afrika.
Pada masa itu sebelum adanya penerbangan komersial, K,P.M adalah alat transportasi antar pulau dan negara termewah yang bisa didapatkan.

Mempunyai ikatan yang kuat dengan pemerintahan Ned. Indie, K.P.M terlibat secara aktif dalam perang Asia Pasifik. Dipergunakan dari mengangkut prajurit, perbekalan dan amunisi hingga menjadi kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit tentara Sekutu.

Setelah era kemerdekaan, maskapai ini tetap beroperasi tetapi menghadapi konflik nasionalisme dengan pemerintah Indonesia, K.P.M menolak mengibarkan bendera Merah Putih kecuali bendera Belanda pada kapal-kapalnya.
Selain itu persaingan ketat dengan maskapai pelayaran  milik Indonesia, Pelni ( yang dibentuk pada 1952 ) dan tekanan nasionalisasi perusahaan asing oleh pemerintah, akhirnya K.P.M dibubarkan di Indonesia pada 1957.
Setelah memindahkan kantor pusatnya dari Batavia / Djakarta ke Singapur, K.P.M melanjutkan bisnisnya hingga 1 januari 1967 sebelum resmi ditutup.

Sekarang yang tersisa dari kejaya-an K.P.M hanya bekas kantor pusatnya di daerah Gambir, dibawah naungan Kementrian Perhubungan, juga beberapa benda 'antik' dengan inisial K.P.M dan sebuah nama yang lafal panjangnya tidak pernah fasih diucapkan oleh lidah saya, kurang makan keju nampaknya,,, 
# Sumber dari Wikipedia dan lain-lain,,,

12 gelas ini ;
Rp 850.000,- / IDR

26 Maret 2017

KONINKLIJKE PAKETVAART MAATSCHAPPIJ / KPM POSTCARD


















8 BUAH POSTCARD K.P.M.
Rotogravure print
Divided back
Belum terpakai / Unused
Dari N. V. Koninklijke Paketvaart-Maatschappij, 1920 - 1940an
Ukuran sekitar 9 cm x 14 cm
Ada noda sedikit-sedikit, relatif masih baik

Kartu pos yang menggambarkan pelosok-pelosok Nusantara yang mungkin bisa dikunjungi dngan menggunakan kapal-kapal milik K.P.M.
Terdiri dari foto Keraton Yogyakarta, sungai Kalimas Surabaya, kota Ternate dibawah kaki gunung Gamalama, sungai Musi di Palembang, alam di Kupang Timor, jembatan di sungai Ogan Sumsel serta ladang pertanian di Bali dan Jawa.

K.P.M dibentuk oleh Stoomvaart Maatschappij Nederland / S.M.N dan Rotterdamsche Lloyd / R.L pada 1888 dan mulai resmi beroperasi pada 1 Januari 1891 dengan 29 kapal uap.

Menjadi penghubung seluruh wilayah jajahan kolonial Belanda, juga melayari sampai pelabuhan di Singapura, Penang, Hongkong, Manila, Saigon hingga  pelabuhan-pelabuhan yang ada di Australia dan Afrika.
Pada masa itu sebelum adanya penerbangan komersial, K,P.M adalah alat transportasi antar pulau dan negara termewah yang bisa didapatkan.

Mempunyai ikatan yang kuat dengan pemerintahan Ned. Indie, K.P.M terlibat secara aktif dalam perang Asia Pasifik. Dipergunakan dari mengangkut prajurit, perbekalan dan amunisi hingga menjadi kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit tentara Sekutu.

Setelah era kemerdekaan, maskapai ini tetap beroperasi tetapi menghadapi konflik nasionalisme dengan pemerintah Indonesia, K.P.M menolak mengibarkan bendera Merah Putih kecuali bendera Belanda pada kapal-kapalnya.
Selain itu persaingan ketat dengan maskapai pelayaran  milik Indonesia, Pelni ( yang dibentuk pada 1952 ) dan tekanan nasionalisasi perusahaan asing oleh pemerintah, akhirnya K.P.M dibubarkan di Indonesia pada 1957.
Setelah memindahkan kantor pusatnya dari Batavia / Djakarta ke Singapur, K.P.M melanjutkan bisnisnya hingga 1 januari 1967 sebelum resmi ditutup.

Sekarang yang tersisa dari kejaya-an K.P.M hanya bekas kantor pusatnya di daerah Gambir, dibawah naungan Kementrian Perhubungan, juga beberapa benda 'antik' dengan inisial K.P.M dan sebuah nama yang lafal panjangnya tidak pernah fasih diucapkan oleh lidah saya, kurang makan keju nampaknya,,
# Sumber dari Wikipedia dan lain-lain,,,

8 P.C
Rp 950.000 ,- / IDR