Home

19 Juli 2017

PRESIDENT SOEKARNO IN MOSCOW
















20 FOTO DOKUMENTASI ROMBONGAN PRESIDEN SOEKARNO DI UNI SOVIET
Cetak 'gelatin silver' / foto 'asli', 1956
Kertas foto tekstur doff dan kertas glossy merk 'ADOX' Jerman
Ukuran 3R tanggung, sekitar 8,5 cm x 11,8 cm
Masih baik, hanya 1 buah foto yang ada lecet-lecet

Dalam kunjungan pada tahun 1956 ini Presiden Soekarno tampak menemui sejumlah tokoh Muslim / pengurus Masjid Biru di Saint Petersburg (Leningrad).
Atas kunjungan ini Masjid yang telah ditutup pada masa Perang Dunia II (beralih fungsi menjadi gudang perbekalan) tak lama berselang dibuka kembali atas perintah Presiden Uni Soviet Nikita Khrushchev. Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Soekarno untuk mengenang jasa Beliau untuk Muslim Rusia.

Juga terdapat foto yang cukup berkesan, memperlihatkan kumpulan massa puluhan ribu penduduk kota Sverdlovsk, Yekaterinburg menyambut kedatangan beliau. Gambar bapak komunis Rusia, Vladimir Lenin tampak diantara poster-poster Soekarno.

20 foto
Zold - SL3

18 Juli 2017

PRESIDENT SOEKARNO IN BEIJING CHINA






























80 FOTO DOKUMENTASI ROMBONGAN PRESIDEN SOEKARNO KE CINA
Foto gelatin silver print / foto asli, 1956
Kertas foto tekstur dan kertas glossy merk 'Adox' Jerman
Ukuran foto 3R tanggung, sekitar 8,5 cm x 11,8 cm
Kondisi relatif masih sangat baik

Hasil jepretan dari salah satu fotografer / wartawan yang ikut dalam rombongan lawatan Presiden Soekarno ke Beijing pada tanggal 30 September 1956. ( maaf, tidak dapat mengenali nama beliau )

Foto dokumentasi ini selain untuk penugasan juga untuk pribadi, sebagai kenang-kenangan perjalanan.
Dalam 80 foto hanya terdapat beberapa yang memuat sosok Presiden Soekarno, lainnya berupa foto situasi kemeriahan penyambutan, dokumentasi kota, acara / perjamuan, plesiran si wartawan hingga penginapan dan foto pesawat yang ditumpangi.

Terlihat besarnya penghormatan untuk Presiden karismatik ini, ratusan ribu rakyat Cina dari segala golongan menyambutnya di Airport Beijing, juga dalam kunjungannya di kota Shanghai. Mereka banyak yang meneriakkan kata dalam bahasa Indonesia ' Merdeka ! Soekarno ''.

Tidak banyak dokumentasi yang dipublikasikan menggambarkan rinci perjalanan President Soekarno ketika mengunjungi negara-negara Komunis. Mungkin ini banyak dihindari oleh media mainstream internasional seperti 'Life' misalnya yang secara politis bernaung pada Amerika, juga oleh penguasa OrBa yang sangat alergi dengan segala sesuatu yang berbau 'kiri'.

Walau tidak melulu berobjek utama Soekarno, foto-foto ini bisa menjadi catatan sisi lain dari kehidupan wartawan / fotografer di era pemerintahan Soekarno.

80 foto :
Zold - SL3

10 Juli 2017

MAJALAH DJAWA BAROE # 1




































6 MAJALAH PROPAGANDA DJAWA BAROE
Terbitan Djawa Sjinboen Sja, Djakarta
No. 15, 16, 18, 20, 22, 24 tahun 2603 ( 1945 )
26 cm x 20,5 cm
34 halaman
Kondisi seperti tercantum dalam foto masing-masing majalah

Majalah yang menjadi salah satu koleksi wajib / icon bagi para kolektor buku dan majalah Indonesia.
Diminati karena berposisi sebagai alat propaganda, kelangkaannya karena masa edar yang singkat dan juga ke 'indahan' / kualitas cetakannya yang lebih baik dari majalah umumnya di-era yang sama.

Sebagian besar foto dan iklan pada majalah ini dicetak menggunakan tehnik rotogravure , sebuah sistim cetak yang umumnya ditemui pada kartu pos atau selebaran poster / label. Tidak semua majalah jaman dahulu sanggup membiayai tehnik cetak ini karena tingginya biaya membuat master silinder cetakannya, Hanya majalah ber-oplah besar yang bisa mengadopsinya karena nilai ekonomis baru tercapai jika mencetak dalam jumlah yang sangat banyak.

Jumlah edar majalah ini tentulah tidak banyak untuk sampai pada taraf masif seperti majalah internasional 'Life' misalnya. Tapi ini tidak menghalangi niat Jepang untuk menunjukkan keunggulannya dalam segala hal termasuk kualitas cetakan majalah propagandanya. Ditambah dengan fakta sejarah Jepang adalah bangsa yang unggul dalam hal cetak mencetak sejak jaman dahulu. Maka cetakan rotogravure majalah ini dibuat dengan mengesampingkan perhitungan ekonomis pada umumnya majalah.

Sampul Djawa Baroe dan sebagian besar halaman yang ber-foto menggunakan rotogravure print dengan kertas khusus, sebagian lainnya dengan cetak offset biasa dengan kertas buram.
Rotogravure umumnya dicetak dalam warna hitam, kebiruan atau sepia / coklat.
Kualitas kehalusan gradasi dan dimensinya sangat baik, ibarat melihat cetakan postcard kuno dalam bentuk majalah dan berukuran besar, jika direproduksi / scan resolusi tinggi dapat diperbesar hingga puluhan kali tampa pecah berbutir seperti umumnya pixel pada cetakan offset.

6 majalah:
Zold - Jakarta