Home

30 Juni 2016

AJI-NO-MOTO PORCELAIN ENAMEL SIGN







IKLAN ENAMEL AJI-NO-MOTO 2 MUKA
Porselen enamel diatas besi baja
1940 - 1950an, Jepang untuk Indonesia
48,5cm x 35,7cm
Ada karat, noda, cuil dan grimpil pada enamel. Kroak pada sudut besi
Relatif masih lumayan baik

Plang enamel iklan AJI-NO-MOTO sejauh yang kami ketahui mempunyai 4 jenis varian yang beredar di Indonesia.

# Yang pertama, mungkin tertua sekaligus ter-langka untuk enamel Ajnomoto, berwarna merah dan putih dengan tulisan ' OBAT MASAK '', juga dilengkapi huruf Kanji, 2 muka / sisi. Perkiraan beredar tahun 1920 - 1930an.

# Yang ke-dua, mungkin paling menarik secara visual dan bentuk, juga berkualitas secara bahan / tebal.
Berwarna kuning kombinasi merah dan putih, 2 sisi / muka.
Sayangnya enamel varian ini adalah yang terbanyak, jumlahnya yang beredar / eksis mungkin sekitar 300 - 500 buah, hal yang membuat enamel ini kurang spesial lagi. Selain itu juga hanya menggunakan bahasa Inggris dan Jepang, tampa bahasa Indonesia.

# Yang ke-tiga memiliki bentuk dan ukuran seperti enamel di atas, hanya saja berbahasa Inggris dan Jepang.

# Yang ke-empat adalah enamel diatas, mungkin berusia lebih muda jika dibandingkan enamel # 1 & # 2 dan se-usia dengan # 3. Tapi enamel ini mempunyai arti lebih spesial untuk para 'pemulung' iklan enamel di tanah air, karena masih berkalimat bahasa Indonesia yang belum EYD.

Selain visual, kelangkaan, enamel dinilai juga dari penggunaan bahasanya. Penggunaan bahasa Indonesia dan Jawa adalah yang paling menarik, menunjukkan ke-khususan enamel kita yang tidak di pasarkan di negara lain.

Zold - Jogja

28 Juni 2016

KOMIK SITI GAHARA













SET KOMPLIT SERI AWAL KOMIK SITI GAHARA
Karya R. A. Kosasih
Terbitan ' Toko Melodie ', Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Cetakan pertama 1954 - 1955
14cm x 20cm
4 jilid - Tamat, masing-masing 42 halaman
# SERIBU SATU MALAM ( Jilid 1 )
# SITI GAHARA No. 1 ( Jilid 2 )
# SITI GAHARA No. 2 ( Jilid 3 )
# SITI GAHARA No. 3 ( Jilid 4 ) - Tamat
Ada noda, lubang, sobek dan geripis sedikit - sedikit
Staples sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya buku sejenis
Relatif masih baik, kategori kondisi benda kolektor

Bersama Sri Asih, komik Siti Gahara adalah komik superhero paling awal yang diciptakan oleh komikus Indonesia. Menuai banyak penggemar di masanya, sekaligus menjadi polemik dan kritik dari sekelompok masyarakat / budayawan.

Sebuah kejadian pemaksaan sudut pandang dan kebebasan berekspresi yang menyebabkan terhentinya pembuatan ke 2 seri komik tersebut ( baru dilanjutkan setelah tahun 66 dan 70an oleh R.A. Kosasih ). Peristiwa yang membuat komik ini menjadi penting sebagai bagian dari catatan sejarah perjalanan komik Indonesia.

Zold - Lubuk Linggau

26 Juni 2016

KOMIK LEGENDA & WAYANG INDONESIA











4 KOMIK KLASIK INDONESIA
Terbitan ' Toko Melodie ", Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Cetakan pertama 1954 - 1955
# Komik legenda TJIUNG WANARA
   Karya A. R
   14,5cm x 20,5cm, 42 halaman - Tamat
# Komik legenda SANGKURIANG
   Karya R.A Kosasih
   14,4cm x 20,5cm, 42 halaman - Tamat
# Komik legenda LUTUNG KASARUNG
   Karya R.A Kosasih, 42 halaman - Tamat
   14,5cm x 20,5cm, 42 halaman - Tamat
# Komik wayang PRABU ANOM ASTRADJINGGA
   Karya S. Ardisoma & Nana Suganda
   14,5cm x 20,5cm, 42 halaman - Tamat
Ada noda, lecet, lubang dan gripis sedikit-sedikit
Staples sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya buku sejenis
Relatif masih baik, kategori kondisi benda kolektor

4 buku komik :
Zold - Lubuk Linggau

10 Juni 2016

2 BUKU KOMIK INDONESIA












KOMIK RUKMA & HIKAYAT SJAMSULKAMAR
Terbitan ' Toko Melodie ', Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Cetakan pertama 1954 - 1955
# RUKMA MEMBASMI AHLI AHLI SIHIR
Karya anonim
14cm x 20cm, 34 halaman - Tamat
# HIKAJAT SJAMSULKAMAR SJAMSULHILAL
Karya S. Ardi Soma
14cm x 20,5cm, 38 halaman - Tamat
Ada noda, lecet, lbang dan lecet sedikit-sedikit
Staples sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya komik sejenis

2 buku ini :
Zold - Bandung

1 SET KOMIK WAYANG RAMAYANA
















10 BUKU KOMIK WAYANG RAMAYANA
Karya R.A. Kosasih
Terbitan ' Toko Melodie', Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Cetakan pertama 1954 - 1955
14,5cm x 20,5cm
10 jilid - Tamat, masing-masing 42 halaman
# 1 > PERNIKAHAN DENGAN PUTRI MANTILI
# 2 > BENTJANA DALAM RIMBA DANDAKA
# 3 > HANOMAN PENDEKAR PANTJAWATI
# 4 > TAMBAK SETU BANDALAYU
# 5 > HANTJURNJA DAERAH RAWAKUMBALA
# 6 > BANDJIR DARAH DI ALENGKA
# 7 > SARPAKANAKA BINASA
# 8 > TUGANGGA HANOMAN PUTRA
# 9 > RAHWANA ANGKARA MURKA 1
# 10 > RAHWANA ANGKARA MURKA 2
Ada noda, lecet, gripis sedikit-sedikit, relatif masih baik
Staples sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya kondisi buku sejenis

Buku komik wayang paling laris pada jamannya, dicetak hingga ribuan eksemplar. Tetapi yang tersisa saat ini dalam kondisi baik tidaklah banyak, hal yang umum terjadi pada buku yang dibuat untuk kalangan rakyat biasa. Kualitas kertas dan cetakan dibuat dengan biaya semurah mungkin agar terjangkau oleh pangsa pasar menengah ke bawah, dan sifatnya yang temporer, di baca satu-dua kali mengisi waktu luang, setelah itu dapat dipinjamkan ke teman atau kerabat.

Komik wayang pada masanya berkembang tampa mengalami hambatan yang berarti, karena saat itu citra segala sesuatu yang ber-akar dari tradisi kerakyatan ( wayang ) adalah sejalan dengan paham politik di tahun 50an yang ke 'Kiri-kiri'an.

Hal yang berbeda dialami oleh komik R.A. Kosasih lainnya, seperti Sri Asih dan Siti Gahara. Kedua seri komik tersebut mengalami reaksi keras dari unsur masyarakat tertentu, yang menganggap ide komik ini terlalu ke' Barat-barat'an dengan unsur 'superhero' nya, tidak realistis, tidak mendidik dengan membuat masyarakat hanya ber'mimpi' dan tidak sejalan dengan paham anti 'Barat' pada saat itu.
Hal yang tidak dapat dipungkiri oleh R.A. Kosasih dan pihak penerbit, walau tokoh utamanya diciptakan dari basic pewayangan dan '1001 malam', ide cerita dan tokoh yang kontemporer banyak terispirasi oleh komik superhero dari Barat.

Di beberapa halaman 'iklan' komik ini tercatat sedikit peristiwa penolakan komik Sri Asih dan Siti Gahara, serta reaksi positif penerbit dan pengarang untuk mengakhiri 'kontroversi' yang terjadi saat itu, termasuk menerbitkan seri baru untuk anak-anak yang sangat co-operative ( buku boleh dikembalikan kalau guru / orang-tua tak berkenan ).

Persepsi bahwa komik tidak baik untuk perkembangan kejiwaan anak adalah hal yang umum terjadi dalam masyarakat kita. Tidak hanya pada tahun 50an, di tahun 70 - 90an ketika komik Indonesia berkembang pesat persepsi ini tetap ada dalam sekelompok masyarakat. Bahkan di era sekarang, ketika komik 'Indonesia asli' sudah lesu, penolakan untuk membiarkan anak membaca komik tetap ada pada segelintir orang.
Padahal komik dalam perspektif 'yang baik' adalah salah satu pintu pertama ketika seorang anak mulai tertarik untuk membaca dan ber-imajinasi.

Ke 10 komik ini :
Zold - Lubuk Linggau