Home

29 Agustus 2017

GERMANY STONEWARE PUDDING MOLDS












2 BUAH KERAMIK CETAKAN PUDING / AGAR-AGAR
Keramik stoneware / creamware
# Bentuk bebek
   Marking logo Mercury 'Villeroy & Boch'
   1874 - 1909, Dresden, Jerman
   24,5 cm x 16,3 cm tinggi 6 cm
# Bentuk nanas
   Marking logo bunga mawar dengan perisai 'Roesler Rodach'
   1930an, Bavaria, Jerman
   18,8 cm x 13,3 cm tinggi 7 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh, bersih nyaris tampa flex

2 buah cetakan :
Zold - Sulsel

FRANCE PORCELAIN SOUP TUREEN











1 BUAH 'BASI' SOP PRANCIS
Keramik porselain glasir coklat luster
Marking 'Albert Pillivuyt & Fils'
1930 - 1940an, Foecy, Prancis
27,5 cm x 17,3 cm tinggi 8,7 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh

1 buah :
Zold - Sulsel

22 Agustus 2017

BUKU SERAT PANITISASTRO, SECH BAKIR & DJAJABAJA














3 BUKU SERAT DJAWA
# Serat PANITISASTRO
   Terbitan Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1921
   14 cm x 21 cm, 37 halaman
   Ada geripis / koyak pada bagian atas seluruh buku, tidak mengenai isi buku
# SECH BAKIR (serat jangka Jayabaya Syekh Subakir)
   Terbitan Boekhandel Sadoe Boedi, Solo, 1938
   14 cm x 21,2 cm, 19 halaman
   Ada kertas penanda pada cover oleh pemilik sebelumnya.
   Ada cuil & noda sedikit-sedikit, relatif masih baik
# DJAJABAJA (serat jangka Jayabaya)
   Terbitan Boekhandel Sadoe Boedi, Solo, 1938
   14 cm x 21,5 cm, 18 halaman
   Ada kertas penanda pada cover oleh pemilik sebelumnya
   Ada cuil & noda sedikit-sedikit, relatif masih baik

3 buku sastra Jawa dalam aksara Jawa, salah satunya terbitan penerbit besar Tan Khoen Swie yang telah menerbitkan banyak buku sastra dan tradisi Jawa, jauh sebelum penerbit Balai Pustaka atau penerbit lainnya. Kadang dianggap sebagai cikal bakal penerbit di Indonesia.
Penerbit sekaligus toko buku, juga toko kelontong dan ban milik Tan Khoen Swie di Kediri pada tahun 1920an.
Sumber referensi & foto dari tankhoenswie.kediripedia.com

Penerbit 'Sadoe Boedi' juga tidak kalah populer dalam kontribusinya menyediakan bacaan tentang kebudayaan Jawa. 2 buku yang diterbitkan ini berisi serat ramalan Jayabaya dan serat Jayabaya versi Syekh Subakir. Ramalan yang tidak kalah terkenalnya dengan ramalan Nostrodamus.

3 buku :
Rp 300.000,- / IDR

21 Agustus 2017

MAJALAH NED. INDIE 'ALLES ELECTRISCH'




Pekan Raya di Bandung pada tahun 1937 yang menampilkan berbagai macam stand alat-alat listrik








Penggunaan mesin cuci listrik di Kalimantan pada tahun 1940

Oranje Bazaar oleh pemerintahan Belanda di Surabaya untuk perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke 60



Konggres Ibu Rumah Tangga di Malang




Gedung kantor dan Showroom ANIEM di Tegal





Gedung Javasche Bank yang sekarang menjadi Kantor Pos Yogyakarta






9 MAJALAH 'ALLES ELECTRISCH' IN HET INDISCHE HUIS EN BEDRIJF
Cetakan H. Van Ingen Soerabaia (untuk 1 majalah No.3 September 1937)
Cetakan N.V Koninklijke Drukkerij De Unie , Batavia (untuk 8 majalah lainnya)
Bahasa Belanda
16 halaman
21 cm x 29,5 cm
# No.3, September 1937
   Kondisi ada tergunting sedikit pada halaman belakang
# No.10, April 1940
   Kondisi ada sobek pada pojok kiri atas cover depan
# No.12, Juni 1940
   Ada lecet sedikit-sedikit
# No.4, Oktober 1940
   Kondisi lecet sedikit-sedikit
# No.5, Novermber 1940
   Kondisi lecet sedikit-sedikit
# No.7, Januari 1941
   Kondisi lecet sedikit-sedikit
# No.8, Pebruari 1941
   Kondisi lecet sedikit-sedikit
# No.11, Mei 1941
   Kondisi ada lecet sedikit-sedikit
# No.12, Juni 1941
   Kondisi ada lecet dan lubang kecil pada cover muka

Majalah bulanan khusus mengenai perangkat alat listrik untuk kebutuhan rumah tangga dan perusahaan / pabrik di daerah jajahan Belanda.
Majalah yang lumayan jarang ditemukan karena jumlahnya yang relatif sedikit (hanya ber-oplah 32.000 exemplar pada terbitan tahun 1937). Jumlah yang tidak terlalu banyak untuk sebuah majalah, karena konsumennya yang terbatas pada kalangan menengah ke atas atau para expatriat di Hindia Belanda.

Listrik pada masa itu termasuk kebutuhan yang tidak bisa dimiliki semua orang. Baru masuk Hindia Belanda pada penghujung abad 19 (1897) ketika berdiri perusahaan listrik pertama di Batavia bernama NIEM (Nederlandch Indische Electriciteit Maatschappij).

Pengadaan listrik untuk umum banyak diserahkan Belanda pada perusahaan swasta independen, salah satu yang terkenal dan terbesar adalah ANIEM (Algemeene Nederlandch Indische Electriceteit Maatschappij).
Perusahaan ini menyalurkan listrik untuk pertama kalinya di Surabaya dan selanjutnya berkembang menjadi raksasa ketika pada tahun 1937an sudah menguasai pasokan listrik untuk rumah tangga dan perkantoran di Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Kalimantan.
Sedangkan pasokan listrik untuk pabrik atau perusahaan besar masih dicukupi oleh mereka sendiri dengan membangun pembangkit listrik kecil masing-masing.

Terdapat iklan-iklan berukuran 1 lembar penuh sebagai sponsor majalah ini, yang kualitas cetaknya adalah baik karena majalah ini dicetak oleh 2 percetakan ternama di jamannya : H. Van Ingen dan N.V Koninklijke Drukkerij De Unie.
Satu majalah No.3 tahun 1937 yang dicerak Van Ingen menggunakan tehnik halftone print, sedangkan 8 lainnya oleh De Unie menggunakan tehnik rotogravure, tehnik cetak yang terbaik untuk sebuah majalah.

9 majalah :
Rp 450.000,- / IDR