Home

November 20, 2013

TEASET ARITA JEPANG





















Teaset Arita Jepang (1 teko + tutup, 1 tmp gula + tutup, 1 tmp susu, 6 cangkir, 6 pisin/lepek, 6 piring kue) dng motif naga dan burung hong.
Porselen tipis dengan gilding dan lukis tangan warna2 enamel diatas pola stencilan hitam diatas glasir.
Marked dng daun+mahkota(?) dan ada lithophane (image-nya spt melihat negatif film hitam putih jaman dulu) di dasar ke-enam cangkir.
Diperkirakan 1920 - 1930.
Cangkir = Tinggi: 5,6 cm. Diameter: 9,4 cm.
Teko= Tinggi: 17,5 cm. Diameter: 13,3 cm. Panjang total: 24 cm.
Ada retak tipis sepanjang 9 mm pada tempat susu, beberapa tatakan cangkir gilding emasnya ada yg sedikit menipis, selain dari pada itu semua masih dalam kondisi 'relatif' sempurna.

Teaset Jepang ini dulunya sering menjadi pajangan di rumah2 peranakan Cina pulau Jawa, karena walaupun buatan Jepang, desain dan motifnya telah disesuaikan dengan selera dan persepsi mereka.
Ada kemungkinan motif yg seperti ini dulunya hanya beredar di Asia Tenggara di kalangan Cina peranakan, sama hal-nya seperti keramik Nyonya ware dari negeri Cina, tidak seperti jenis Kutani Dragonware lainnya yg menyebar cukup merata dari Asia, Eropa hingga Amerika.
     Beberapa unsur keahlian tradisi keramik Cina yang telah lama diadaptasi dan dikembangkan oleh Jepang dapat dilihat di teaset ini, diantaranya adalah:
-Tehnik gilding emasnya.
-Ketipisan dan materi dinding keramik sehingga tembus cahaya (di lebih2kan istilahnya: seperti kulit telur / eggshell).
-Pewarnaan pancawarna dengan enamel (polychrome).
-Motif mahluk mitologi Cina "naga dan burung hong/phoenix". (agak jarang terjadi)
     Unsur di teaset ini yang sangat membedakan-nya dgn keramik Cina tentu adanya lithophane cewek geisha didasar cangkir, dan design marking perusahaan Jepang pada saat itu yg logo-nya relatif lebih ''kebarat-baratan'' dibanding logo sejenis tp milik perusahaan negeri Cina.
Zold-Bandung