Home

June 19, 2018

6 MAJALAH PANDJI POESTAKA V

# No.20 / 21
Edisi spesial penyambutan Perdana Menteri Todjo
Tanggal 1 Agustus 2603 (1943)
29 cm x 21 cm
98 halaman
Cover depan ada sobek besar hilang yang ditambal
Ada noda, cuil, geripis dan beberapa sobek 3 - 6 cm pada bagian dalam
Isi halaman lengkap








# No.22
Tanggal 15 Agustus 2603 (1943)
29 cm x 21 cm
38 halaman
Ada sobek pinggir tulang buku pada cover dan beberapa halaman awal
Ada noda, cuil, geripis dan sobek sedikit-sedikit
Isi halaman lengkap






# No.23
Tanggal 1 September 2603 (1943)
29 cm x 21 cm
22 halaman
Ada tambal pada cover, tulang buku dan 3 lembar halaman awal
Ada pecah sobek ditengah tulang buku majalah
Ada noda, cuil, geripis dan sobek sedikit-sedikit
Isi halaman lengkap






# No.24
Tanggal 15 September 2603 (1943)
29 cm x 21 cm
34 halaman
Ada sobek berlubang hilang di tengah cover depan
Ada noda, cuil, geripis dan sobek sedikit-sedikit
Isi halaman lengkap






# No.25
1 Oktober 2603 (1943)
29 cm x 21 cm
44 halaman
Ada sobek dan tambal pada cover depan
Ada noda, geripis, cuil dan sobek sedikit-sedikit
Isi halaman lengkap







# No.26
Tanggal 15 Oktober 2603 (1943)
27,5 cm x 20,5 cm
22 halaman
Ada noda, cuil, geripis dan sobek sedikit-sedikit
Isi halaman lengkap





6 MAJALAH PANDJI POESTAKA ERA PROPAGANDA JEPANG
Terbitan Kokumin Tosjokyoku / Penerbit Nasional
Balai Poestaka, Djakarta
Nomor urut 20 s/d 26 tahun 2603 (1943)

Setelah sekitar 1,5 tahun pendudukan Jepang di Indonesia bisa terlihat perubahan situasi perekonomian saat itu dalam majalah ini.
Bukan pada isi majalahnya, tetapi pada kualitas fisik majalahnya. Isinya tetap propaganda Jepang melawan kekuatan Barat serta memperlihatkan kemakmuran, kerjasama dan kesuka-citaan atas kehadiran mereka di Nusantara. Dan tentu saja berisi citra superioritas dan keagungan saudara jauh dari kekaisaran negara matahari terbit ini.

Sejak bulan September pada edisi No.23, secara perlahan majalah ini mulai menurunkan kualitas pada kertasnya, begitu juga jumlah halamannya walau kadang jumlah halaman dapat bertambah jika ada moment spesial (spt lebaran misalnya).

Penurunan kualitas dan kuantitas ini mungkin menggambarkan situasi ekonomi yang semakin sulit dan bahan baku yang semakin susah didapat. Sejak saat ini hingga akhir hayatnya ditahun 1945, majalah Pandji Poestaka mempunyai kualitas kertas dibawah standart yang mereka buat sebelumnya diawal masa Pendudukan Jepang. Dalam segi isi terutama visualnya tidak banyak yang berubah, propaganda dan propaganda,,,

Kondisi beberapa majalah ini memang tidak dalam kondisi terbaiknya, tetapi faktor kelangkaan dan kelengkapan urutan nomor penerbitan bisa menjadi faktor pertimbangan untuk mengoleksinya,,

6 majalah (7 nomor)
Zold - Cinere

1 comment:

  1. Permisi admin. Saya bertanya. Apakah ada majalah pandji poestaka terbitan tahun 1926-1927

    ReplyDelete