Home

13 Maret 2015

VINTAGE WEEPING BUDDHA STATUE





PATUNG BUDDHA NANGIS
Kayu ebony
1970 - 1980an, Bali ( ? ) Indonesia
5,5 cm x 4,5 cm, tinggi 5,5 cm
Benda terpakai yang masih utuh dan baik

Terbuat dari kayu ebony yang sangat keras, tenggelam di air, sulit mendapatkan kayu ebony sekarang dalam bentuk bahan mentah secara legal karena telah di lindungi. Banyak terdapat di pulau Sulawesi dan di Bali dulunya. Pada tahun 70 - 80 an, oleh para pemahat Bali banyak dibuat patung untuk kebutuhan survenir.

Karakter kayunya mirip dengan kayu swanci Cina, karena masih satu famili. Dulu eboni juga sering di gunakan untuk merepro / me-repair perabot Cina. Walaupun sama-sama tenggelam, keras dan padat seratnya, keduanya mempunyai perbedaan. Pada eboni motif belangnya lebih besar dan kontras, cenderung teratur dan dominan. Pada 'swanci doreng' yang juga ada belang, tapi biasanya tidak teratur dan lebih halus, tidak terlalu terasa kalau tidak benar - benar di amati. Dan yang paling membedakan adalah tone warnanya, eboni cenderung ke arah kuning gelap hitam, sedangkan swanci doreng berwarna merah kehitaman.

Buddha nangis atau Buddha malu sering juga disebut patung Yogi, mungkin karena posisi tubuhnya yang luarbiasa melengkung dan bermeditasi, mirip posisi sedang ber-yoga,, Filosofi patung ini bermacam - macam, salah satunya yang agak asik adalah : Kita harus mengalahkan, menundukkan, melipat ego pikiran dan kebutuhan fisik kita,,,seperti mendekati dan mencium 'pusar bodong' kita yang adalah sumber penghidupan kita ketika dalam rahim, dari sinilah akan lahir visi melihat dunia dengan '' mata ke tiga ''

Rp 100.000,-