Home

12 Desember 2015

WADAH ES BATU KACA RETAK SERIBU






TEMPAT ES BATU
Dari kaca dan kuningan lapis warna perak.
1920 - 1940, Eropa, kemungkinan Jerman.
Tinggi wadah 15,3 cm, tinggi total 23,5 cm, diameter atas 12,2 cm.
Terpakai, masih utuh, tidak ada retak atau grimpil. Hanya kurang logam penahan di bagian dalam wadah.

Pembuatan kaca retak seribu di Eropa sudah ada sejak abad 16, lumayan unik karena kaca tiup sengaja dibikin retak dengan cara saat proses pembuatan langsung dicelup di air dingin. Setelah itu dilapis lagi dengan lapisan kaca kedua untuk pengikat, kemudian baru dibentuk wujud yang di mau.
Semakin kecil dan banyak retaknya, semakin hebat pembuatnya.
Kalau dilihat langsung kena cahaya, kadang suka tertipu, dkira ada bagian yang pecah atau berlubang.
Bentuk wadah ini agak abstrak, mengikuti bentuk tumpukan pecahan es batu, sesuai dengan fungsinya dulu, ketika es batu masih menjadi standart gaya hidup kalangan berpunya.
Yang diatasnya anggrek bulan, phalaenopsis amabilis, species asli Indonesia, bunganya tebal dan warnanya soft milky, kalau yang hibrid warnanya ngejreng dan gampang mati.
Zold - Sulsel