BENDA ANTIK ORISINIL, VINTAGE DAN KONTEMPORER. -------------------------------------------------------- "Semua sentuhan, keringat, debu dan cuaca, meninggalkan jejak tanda kehidupan, menciptakan nyawa ,,," - FILOSOFI PATINA ................................................................................................ patinantik@gmail.com ......+62-878-3901-8182
April 7, 2015
JAPANESE AWAJI DRIP GLAZE POTTERY III
POT AWAJI JEPANG
Keramik 'stoneware' dengan glasir warna enamel mengalir.
Marking tekan 'Made in Japan dan logo 'Sanpei'.
1922 - 1939, pulau Awaji, Jepang.
Diameter 18,5cm, tinggi 15 cm.
Relatif masih utuh, glasir masih sangat baik, ada cuil di pantat pot karena pemakaian.
Keramik Awaji berasal dari usaha satu keluarga yang dilanjutkan oleh para kerabatnya. Berawal dari seorang dokter bernama Minpei, yang kemudian mewariskan usahanya kepada anaknya Rikita dan keponakannya Sanpei
Rentang usia usaha keramik daerah Awaji ini tidaklah lama, sekitar 100 tahun, dari tahun 1830 sampai 1939, namun namanya tercatat sebagai salah satu produk keramik Jepang yang terbaik dan berkarakter.
Keramik buatan Awaji dianggap produk keramik yang penuh inovasi dan bernilai seni.
Zold - Makassar
April 5, 2015
JAPANESE TRANSFERWARE PLATE
PIRING TRANSFERWARE JEPANG
Keramik porcelain tranferprint di bawah glasir.
Akhir abad 19 atau awal abad 20, Arita, Jepang.
Diameter sekitar 24,8 cm, tinggi 3,5 cm.
Benda terpakai, masih utuh, ada titik-titik cacat pembakaran di depan dan belakang piring.
Zold - Batam
March 20, 2015
QING DYNASTY KRAAK PORCELAIN PLATE
PIRING MOTIF KRAAK DINASTY QING
Keramik porselen lukis biru bawah glasir
1820 - 1830an, Jingdezhen, Cina
Marking perusahaan pembuat ( ? )
Diameter 18,5cm, tinggi 3,5cm
Kondisi utuh, ada beberapa cacat pembakaran / flaw
Motif pembagian bidang menjadi beberapa panel pada interior piring yang dikenal dengan motif 'kraak' mulai di eksport oleh Cina sejak Dinasty Ming periode Wanli pada akhir abad 16 untuk pangsa pasar Eropa.
Pertama oleh Portugis dan Spanyol, kemudian menjadi dominasi Belanda lewat V.O.C yang pengirimanya dari Cina dalam jumlah besar dan kontiniu ke pelabuhan di Batavia.
Dari Batavia benda dengan motif yang digemari oleh orang kulit putih ini baru di jual oleh perusahaan V,O,C ke seluruh Eropa dan Amerika.
Benda eksport untuk pangsa Eropa ini terhenti pada petengahan abad 17 ketika tejadi pergantian kekuasaan dari dinasty Ming ke Qing ( 1644 ).
Untuk memenuhi kebutuhan selera akan keramik motif 'banyak panel' ini V.O.C memesan dari Jepang.
Keramik motif 'kraak' buatan Jepang beredar hingga awal abad 18 sebelum pesanan keramik eksport ini kembali ke Cina pada Dinasty Qing periode Kangxi dan Yongzheng. Tapi apesnya masa ini tak berlangsung lama, kraak seri ke 2 buatan Cina hanya berlangsung sesaat, sebelum akhirnya berhenti karena jenuh dan berubahnya selera konsumen Eropa akan motif ini.
Seri ke 3 sebagai revival terjadi di awal abad 19, periode Daoguang, yang banyak mengulang beberapa motif klasik dari Dynasty Ming.
1 piring ini :
Zold - Jakarta
Labels:
CERAMIC - CHINESE,
ZOLD
BRITISH MEAT PLATTER DRAINER
TIRISAN DAGING THOMAS FELL & Co
Tembikar keramik transferprint di bawah glasir.
Marking tekan / impressed mark F jangkar dan angka 18.
1835, Newcastle, Inggris.
Panjang 37 cm, lebar 27,7 cm, tebal 1,7 cm.
Benda terpakai yang relatif masih baik, glasir masih sangat kilap, ada hairline tak tembus dan sedikit warna memudar pada pinggir sebelah kiri.
Keramik Thomas Fell & Co ( 1817 - 1890 ) termasuk salah satu pabrikan keramik Inggris yang banyak dikoleksi, terutama produk awalnya, jumlahnya tidak banyak yang berwarna merah jambon seperti ini.
Keramik ini adalah wadah untuk meniris lemak dan cairan pada masakan daging hewan atau ikan. Biasanya di letakan di atas piring besar yang senada dekorasinya, tapi sangat sulit menemukan wadah tirisan sejenis ini satu set dengan piring besarnya, terutama produk awal di bawah tahun 1850. Jumlah tirisan yang berusia 180 tahun ini saja sudah jarang, apalagi yang masih satu set, tentu jauh lebih langka. Sudah menjadi kewajaran umum untuk mengkoleksi keramik seperti ini secara terpisah.
Keramik tirisan ini mempunyai banyak nama, disebut porcelain mezzanine, meat drainer, meat strainer atau produk yang lebih baru di namai cress dish. Termasuk prabot keramik Eropa kuno yang sudah jarang di fungsikan lagi seperti veilleuse pemanas makanan.
Keindahan transferprint pada awal abad 19 ini tidak kalah dengan lukis tangan, detail dan kelembutan warnanya berbeda dengan produk transferware akhir abad 19 atau awal abad 20.
Penurunan kualitas atau dekadensi ternyata selalu terjadi sepanjang sejarah umat manusia di segala bidang, transferprint yang ditemukan di Inggris pada pertengahan abad 18 menemukan kualitas terbaiknya diakhir abad 18 dan awal 19, tapi kemudian semakin merosot kualitasnya karena produk massal, sampai sirna di awal abad 20, tergantikan oleh tehnik lain.
Sama seperti handphone, yang awal lebih awet dibanding yang sekarang, yang di desain untuk rusak setelah beberapa waktu. Yang dulu lebih berbobot, bisa di jadikan senjata kalau kita berkelahi, yang sekarang handphonenya loading melulu, menghabiskan usia kita untuk menunggu. Makanya kita suka yang dulu, yang antik, kadang jauh lebih bermutu.
Keramik bolong-bolong yang keliatannya lumayan bermutu ini :
ZOLD - TGR
March 19, 2015
PETRUS REGOUT SPHINX BOERENBONT BOWL
MANGKOK BESAR PETRUS REGOUT & Co, MAASTRICHT II
Tembikar keramik lukis tangan.
Marking tekan / impressed logo Sphinx dan No.seri.
Akhir abad 19, Maastricht, Belanda.
Diameter 33,6 cm, tinggi 8 cm.
Kondisi relatif baik, ada retak seribu dan flex di bawah glasir. Ada satu chip kecil se'upil' glasir yang lepas.
Semua piring keluaran pabrik keramik Belanda dengan motif dan warna seperti ini di kenal sebagai piring boerenbont, sepintas wujudnya mirip dengan piring spongeware atau stick spatterware dari Inggris, Scotlandia, Belgia atau Jerman. Karena pada awalnya motif dan gaya seperti ini tercipta oleh pabrikan Belanda ( terutama P. Regout di pertengahan abad 19 ) dari hasil meniru gaya keramik spongeware pabrikan Inggris dan Scotlandia yang sangat populer di awal abad 19.
Pada perkembangan selanjutnya keramik pabrikan Belanda menemukan jati diri dan gayanya tersendiri, sehingga lebih dikenal dengan istilah keramik boerenbond, dengan perbedaan yang sangat tipis dengan keramik spongeware. lebih ke pemakaian istilah masing-masing negara. Kalau kita malah lebih mudah, semua kita 'hajar' dengan satu nama, piring "kangkung".
Keramik boerenbont tua banyak beredar terbatas di Asia Tenggara, baik keluaran P. Regout Sphinx atau Societe Ceramique, kelangkaannya tidak kalah dengan keramik spongeware. Di tahun 1920an juga ada keramik imitasi boerenbond buatan pabrikan Jepang, termasuk sudah layak di koleksi untuk menambah variasi.
Di Belanda motif seperti ini tetap di produksi sampai sekarang, di Indonesia piring 'kangkung' besar imitasi buatan Cina (?) juga sudah banyak beredar, lengkap dengan marking P. Regout di pantatnya, tapi untunglah, lumayan keliatan palsunya.
Zold - Makassar
Subscribe to:
Posts (Atom)