BENDA ANTIK ORISINIL, VINTAGE DAN KONTEMPORER. -------------------------------------------------------- "Semua sentuhan, keringat, debu dan cuaca, meninggalkan jejak tanda kehidupan, menciptakan nyawa ,,," - FILOSOFI PATINA ................................................................................................ patinantik@gmail.com ......+62-878-3901-8182
April 17, 2016
VICTORIAN BAVARIA PEDESTAL PLATE
PIRING KERAMIK TEMPAT BUAH / KUE
Keramik porselen 'transferprint' dan warna lukis enamel atas glasir
Marking ' MIGNON' Porzellanfabrik Zeh, Scherzer & Co. Bavaria. No.1701
1880 - 1910, Rehau, Jerman
Diameter 23,3cm, tinggi 12,7cm
Kondisi masih sangat baik, bagian bawah ada cat huruf Jawa sebagai tanda dari pemilik sebelumnya
Zold - Makassar
April 12, 2016
KOMIK KLASIK INDONESIA SERI ULAMSARI
4 KOMIK WAYANG ULAMSARI
Karya S. Ardisoma, Gandaatmadja dan Dardja Sutisna
Terbitan Toko ' MELODIE ', Bandung, Indonesia
Cetakan pertama, 1955 - 1956
14,5cm x 20,5cm, 42 halaman
No : 1 sampai 4, tamat
Buku terpakai, ada noda, lecet sedikit-sedikit, relatif masih baik
'Staples' sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya kondisi buku komik sejenis.
Ke 4 buku ini :
Zold - Lubuk Linggau
April 6, 2016
NIPPON CORALENE PORCELAIN VASE
VAS CORALENE ART NOUVEAU JEPANG
Manik-manik kaca warna di atas porselen
Marking ' KINRAN PATENT No. 16137 JAPAN '
1920an, Seto, Jepang
Diameter sekitar 10,8cm, tinggi 25cm
Kondisi relatif masih baik, pada bibir atas vas ada 1 hairline dan gilding emas yang sudah aus
Pada motif ada sedikit-sedikit butiran beads kaca yang sudah lepas, hal yang umum terjadi pada vas tipe 'Coralene'
Keramik porselen jenis Coralene termasuk salah satu tipe keramik yang lumayan langka, tehnik ini ditemukan oleh Alban L. Rock, seorang Amerika yang tinggal di Yokohama, Jepang.
Motif dibentuk dari pembakaran ribuan manik-manik kecil kaca berwarna seukuran pasir diatas porselain. Tehnik yang sangat sulit dijaman itu, bahkan hingga jaman sekarang. Hasilnya adalah suatu keunikan, manik-manik kaca ini memantulkan cahaya kemilau ketika mendapatkan sinar yang terang kearahnya.
Nama Coralene mungkin diambil dari sifat batu koral laut yang ber-tekstur butiran kecil, juga dari motif paling klasik dari tipe vas ini adalah tumbuhan ganggang laut seperti motif diatas.
Di patent-kan pada tahun 1908 oleh Alban Rock, Coralene hanya beredar secara terbatas hingga sekitar 1930an, umumnya dipasarkan untuk pangsa Eropa dan Amerika oleh sekitar 3 perusahaan keramik dari Seto yang mengadaptasi tehnik ini.
Di tahun 1990an di Amerika dan Eropa terjadi pelonjakan apresiasi pada keramik Jepang tipe ' OLD NIPPON NORITAKE ', Coralene termasuk salah satu tipe lain yang diminati. Walau tidak menyandang status marking 'Nippon' tapi 'Japan', Vas ini masih termasuk kategori 'Nippon Ware' karena dibuat oleh perusahaan yang sama ( KINRAN) sejak tahun 1909 dengan marking 'Nippon'. Yang pada tahun 1921 berubah status marking Nippon menjadi 'Japan' oleh kebijakan baru McKinley Tariff. ( Perubahan lain setelah itu sejak tahun 1947 - 1952, semua keramik eksport Jepang bermarking 'Occupied Japan' ).
Beberapa hal yang membuat Coralene diminati oleh kolektor jenis Nippon Noritake adalah fisiknya yang mirip-mirip 'Moriage' ( tekstur motif dari adonan pasta ) dan image-nya yang sangat kental unsur Eropa di masa Viktorian dan Art Nouveau. Tentu saja tidak semua 'Moriage' Jepang masuk kriteria ini, tipe Moriage dengan motif naga ( Dragonware ) atau burung Asia tidak dianggap sebagai jenis yang cukup 'elaborate' atau menonjolkan unsur 'Eropa' yang spesifik, hanya sebagai keramik eksport Jepang yang eksotis tapi sangat umum di Eropa.
Beberapa kriteria dipakai untuk menentukan kualitas pada sebuah keramik Coralene, diantaranya,,,
- Visual motif dan Image bentuk keramiknya, Coralene yang baik biasanya mempunyai gaya Viktorian atau Art Nouveau yang kental, bentuk yang lebih 'normal' dianggap kurang berkarakter. Impresi keseluruhan sangat menentukan.
- Kondisi keramik, keutuhan manik-manik kaca dan gilding warna emasnya, karena keramik Jepang walau terbuat dari porselen berkualitas tinggi, tehnik ini termasuk riskan untuk rusak
- Ukuran, keramik Coralene kebanyakan berukuran kecil karena sulitnya pembuatan motif dengan manik-manik kaca. Umumnya kebanyakan berukuran dibawah 20cm, semakin besar semakin jarang, hampir tidak ada / sangat jarang yang berukuran lebih dari 35cm.
- Jumlah manik-manik kaca / Coralene nya pada keramik, semakin padat dan penuh, semakin baik.
- Kemurnian Coralene. Sebuah keramik Coralene sebaiknya tidak bercampur dengan tehnik menghias keramik yang lain. Coralene murni hanya ada motif dari manik kaca, tidak ditambah dengan lukisan enamel atau relief timbul atau Moriage yang berdimensi.
Hal ini dimaksudkan agar keramik ini tetap special, motif khusus hanya dibuat untuk 1 keramik saja, improvisasi hanya terjadi pada proses pembentukan motif manik kaca, tidak ada 'panduan' pola motif dari lukisan atau tekstur yang lain.
Memang setiap keramik Coralene adalah unik dan spesial, hampir tidak pernah ada pola motif yang sama antara keramik satu dengan yang lain.
1 buah vas ini :
Zold - Makassar
March 23, 2016
JAPANESE MIMPEI WARE SAUCER VII
3 PIRING KECIL TEMPAT MANISAN / KACANG AWAJI
Keramik 'stoneware' warna di bawah glasir
Marking ' Danto Chidori ' / ' Burung Danto '
1880 - 1900, pulau Awaji, Jepang
Sekitar 10cm x 10cm, tinggi 2,5cm
Benda terpakai, salah satu ada 'chip' kecil
Keramik Awaji tinggalan sekitar tahun 1880an ini termasuk jarang, bentuknya yang dekoratif dan warna monochrome dengan relief tipis-tipis menonjolkan keindahan tehnik glasirnya yang istimewa, retak 1000 halus dengan kilau dimensi yang dalam.
Diluar masalah estetika, kualitas keramik Jepang pada akhir abad 19 memang diakui jauh lebih superior dibanding semua keramik Eropa, bahkan keramik dari Jingdezhen, Cina sekalipun.
Zold - Jogja
March 9, 2016
TELEFUNKEN BANDOLA 7161 W
RADIO TELEFUNKEN ' BANDOLA 7161 W '
Badan casing dari kayu jati berplitur melamik
1960an, produk Jerman Barat rakitan Semarang, Indonesia
48,5cm x 21cm, tinggi 30,5cm
Sudah di coba, dan positif mati ( jangan berharap ada kemungkinan hidup )
Tempelan hiasan penutup lampu 'mata kucing' tidak ada
Lampu frekwensi hanya hidup 1 ( dari 2 ), lampu 'mata kucing' nyala redup
Penutup badan bawah tidak ada
Bohlam tabung hilang 1, part mesin elektronik lainnya masih komplit
Warna plitur orisinil dan tampilan fisik secara keseluruhan masih sangat baik, hanya ada sedikit retakan cuil plitur pada sudut kiri-kanan badan atas
Tombol dan putaran bekerja normal, colokan masih aslinya, hanya kabel sudah diganti kabel kain yang lebih kuno supaya menyejukkan mata
Butuh sentuhan tangan ahli-nya untuk mengembalikan performa suaranya,,
Zold - Jogja
Subscribe to:
Posts (Atom)






