Home

February 22, 2014

DRESDEN DECORATIVE PLATES








2 BUAH PIRING HIAS KRAWANGAN EROPA
Keramik polychrome tranfer print di atas glasir
1920 - 1950, Dresden, Jerman
Marking gambar singa '' Coat of Arm ", Dresden, biasanya ini logo dari Schumann ( ? )
Diameter sekitar 19 cm x 2,5 cm
Kondisi baik dan utuh, pada salah satu piring ada cacat pembuatan berupa garis lekukan dan gambar yang tidak bulat sempurna

Hampir dapat di pastikan semua piring kerawangan awal abad 20 adalah transfer print, baik Eropa atau Jepang, jarang ada yang lukis tangan langsung.
Tapi transfer print juga sangat indah dan halus pembuatannya, tidak kalah dengan lukis tangan. Bedanya hanya tidak bisa se-spesial dan manusiawi kerjaan langsung yang dilukis dengan tangan.

Lekukan bentuk dan bolongan krawangan Eropa berbeda dengan yang buatan Jepang, seperti piring ini misalnya, jarang ada yang buatan Jepang keluar dengan 'pola bolongan' krawangan ini.
Motif krawangan reticulated yang sering keluar pada piring Eropa, mengharuskan hiasan gambarnya di-isi sampai pinggir piring, sedangkan gambar krawangan Jepang lebih fokus pada bagian tengah piring saja, pinggirnya lebih untuk mengekspos motif bolongnya. Maka kadang tampa perlu melihat marking kita bisa menebak piring krawangan buatan mana piring tersebut, hanya berdasarkan bentuk bolong dan cara penggarapan motif hiasannya menyebar sampai pinggir atau tidak.
Penilaian ini hanyalah untuk sebuah kecendrungan, karena kalau sudah bicara dalam wilayah barang antik, tak ada satu hal pun yang mutlak, penyimpangan sangat sering terjadi pada benda - benda antik, walaupun tidak sebanyak penyimpangan pada manusia, kadang manusia bisa jauh lebih antik.

Ke-2 piring
Zold-Semarang

February 21, 2014

A PAIR JAVANESE ART NOUVEAU CHAIRS



# Pada kursi yang kiri ada repair lama pada pegangan lengan bawah kanan, dan 2 kaki depan ada siku penguat besi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------

# Pada kursi yang kanan, di pangkal lengan kiri ada bekas pecah, di pangkal kanan ada bekas dempul pada kayu yang sudah pelos. Di ujung kiri-kanan pegangan kursi pas pada tekukan ada tambalan kayu. Tambalan yang kiri tidak ada 'tali air-nya'.
Tadi semua adalah repair-an lama.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

# Pada kursi yang kanan lagi, pada sandaran ada chip sedikit, pada bagian belakangnya ditiang sebelah kiri ada semacam dempul pada ujung yang pelos, mungkin dulu sering ter-adu dengan tembok belakangnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

# Ujung kaki kursi ( mengingatkan pada 'sesuatu' ? ) kadang cukup efisien untuk mengetahui usia furniture, lama atau barang baru / repro. Tanda-tanda terpakai atau patina biasanya akan terlihat disini, ujung yang menahan beban selama puluhan tahun akan kelihatan padat dan tumpul, dan ada semacam warna / minyak yang lebih tua yang meresap keatas (dari kelembapan udara lantai). Oleh para pe-repro profesional disiasati supaya mendapat wujud fisik yang sama, kayunya dipukul atau ditumbuk berulang-ulang dengan benda keras. Buat anda yang teliti, kebohongan ini akan tetap terlihat, karena kayu yang dipukul kepadatannya hanya sebatas permukaan saja, tidak "dalam" dan terasa instan. Tapi diatas langit masih ada ozon, sekali dua kali, kita akan tertipu juga.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
# Kursi "Semarangan" dengan lengan biasanya lebih besar dari pada kursi "Semarangan" tampa lengan, atau kursi makan, lumayan terasa beda besarnya. Hal yang sama berlaku untuk semua "gaya" kursi lainnya, antara yang berlengan dan yang tidak, walaupun kadang tidak terlalu jauh bedanya.
( kursi yang tampa lengan hanya sebagai pembanding saja, tidak / belum ditawarkan, masih milik juragan saya ).
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

# Namanya juga sepasang, bukan 2 buah, maka harus ada bedanya.
Perbedaannya ada pada mahkota sandaran atas, juga pada kaki depannya, yang satu lebih ngangkang, satunya lagi lebih rapet.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepasang kursi tamu "Semarangan".
Kayu jati dan rotan.
1930 - 1950. Jawa, Indonesia.
Lebar 55 - 56cm, kedalam 48 -49cm, tinggi 116cm.
Pelitur dan anyaman rotan sudah bukan aslinya, dikerjakan / diganti sekitar 8 - 10 tahun yang lalu.

Gaya "Semarangan" bisa dikatakan adalah bentuk 'penyederhanaan' secara teknis dari aliran Art Nouveau yang masuk ke Indonesia. Biasanya bentuk ornamen motif, sulur, bunga, dan lainnya cenderung lebih tidak berdimensi dibandingkan dengan motif sejenis dari ibu kandungnya di Eropa. Penggarapan dimensi motif hanyalah seperlunya saja, lebih mengutamakan permainan liuk lekuk, keluar masuk dan tebal tipis garis di ukirannya. Pada beberapa tahap malah lebih ekstrim, hanya bentuk flat, mirip mainan guntingan kertas lipat atau pola stensilan, mirip dengan bayangan atau siluet motif saja. Tampilan motif dengan mengambil intisari wujud siluetnya bukan hal baru bagi orang Jawa, yang terbiasa dengan wayang kulitnya. Jadi 'Semarangan' adalah hasil interpretasi orang Indonesia jaman dulu terhadap Art Nouveau dari luar, maka dari itu walaupun bukan kebudayaan tradisional, furniture gaya 'Semarangan' hanya ada di Indonesia, tidak seperti gaya furniture Eropa lain yang menyebar di banyak negara Asia.
Gaya 'Semarangan' secara 'sekenanya' dapat dibagi dalam 3 jenis, yang lebih ke Eropa, yang ada unsur 'Jawa'nya dan yang agak ke 'Cina-cina'an. Unsur Cina juga punya andil di 'Semarangan' terutama dengan 'tali air'nya. 'Semarangan' juga sangat konsisten dengan ide awal Art Nouveau, bahwa motif adalah kontempelasi dari unsur alam, biomorfis, jadi cenderung luwes dan elastis. Gaya Art Nouveau sangat jarang (kalau tidak mau dibilang tidak ada) bentuk motif yang patah-patah, geometrik, atau wujud realistis nyata sebagai motif. Wujud realistis sering tampil sebagai bentuk utamanya, tapi dengan segala elemen yang sudah dideformasi dalam pakem Art Nouveau, contohnya seperti kalau ada figur wanita, rambutnya terurai meliuk-liuk seperti tanaman / sulur, atau bunga tulip, tp tangkainya membentuk motif, intinya tidak ada bentuk realistik yang tampil apa adanya. Jangan selalu percaya dengan apa yang di tulis di Ebay, karena itu yang penting payu, open market, banyak (tidak semua) yang tidak ada tanggung jawab moral dan ideologinya.

Kembali kemasalah dagangan ( jadi pengen payu juga spt Ebay,,,), kursi ini dikoleksi sekitar 8 - 10 tahun lalu, sayang ketika didapat pelitur sudah dikerok, padahal pelitur jaman dulu sangat baik, dibuat sampai 4 -5 lapis, dan yang menyedihkan adalah jejak patina lawasnya ikut terhapus bersama peliturnya. Didapatkan sepasang, katanya hanya ada itu, tapi mungkin saja lebih. Kursi ini aslinya dulu memakai jok busa, kursi tamu istilahnya, tapi terasa lebih cocok yang menduduki hanya tuan rumahnya, tamunya silahkan ngedeplok dilantai saja.
Kedua kursi ini, tidak berikut meja dan perabot lainnya :
Zold-Jakarta

JAPANESE LUSTERWARE









TEA SET JEPANG GAYA STEIN JERMAN
Keramik buatan Jepang tahun 1950an, mengambil bentuk seperti wadah bir Stein jerman.
Tinggi teko + tutup 19,5 cm, tinggi cangkir 7,5 cm, diameter pisin 15,5 cm.
Jumlah 1 teko dan 5 pasang cangkir + pisin.
Kondisi masih sangat baik, ada retak seribu dan hairline. Ada juga sedikit warna yang menipis atau hilang.

Lusterware adalah tipe keramik yang permukaannya mengkilap memantulkan warna kuning keemasan dan keperakan seperti dalam kulit kerang. Efek ini dicapai dengan cara membakar kembali keramik yang sudah selesai pada suhu rendah untuk mengoksidasi permukaan glasir supaya menghasilkan warna keperakan tadi.

1 set lusterware termasuk pengirimannya :
Zold-Bekasi

DR PLUMB TOBACCO PIPE













PIPA TEMBAKAU DR PLUMB
Mangkok dari kayu briar, stem dari bakelite, stinger dari kuningan
Marking Dr Plumb, No  1351 / 1
1960 - 1970an, London, Inggris
15 cm x 4 cm x 5,2 cm
Benda terpakai yang masih baik dan komplit, ada beberapa titik luka kecil pada mangkoknya

Kebanyakan pipa cangklong Dr Plumb memakai kayu briar, sejenis kayu hardwood yang sangat tahan dengan api / bara, hal yang sama juga pada merk - merk Eropa yang lainnya, briar wood adalah pilihan utama.
Stinger Dr Plumb yang seperti ini termasuk salah satu bentuk stinger Dr Plumb yang unik, tidak se-sederhana stinger pada umumnya.
Zold-Malang

February 18, 2014

MOUNT KELUD'S VOLCANIC ASH









ABU VULKANIK GUNUNG KELUD
Terbuat dari silica dan kandungan mineral lainnya.
4,5 milyar tahun, dari bumi Kediri dan sekitarnya, Jawa Timur, Indonesia.
Ukuran bervariasi sekitar 0,06 mm sampai 0,1 mm.
Kondisi ketika di foto masih original ketika jatuh dari udara, sekarang sudah basah, dapat dikeringkan lagi atau kering lagi secara alami, tapi kesegarannya berbeda.

Abu yang menyebabkan banyak kerugian materi dan gangguan kesehatan pernapasan akan memberikan kerepotan dan penderitaan selama beberapa hari kedepan. Tapi dalam filosofi alami orang Jawa yang selalu 'nrimo' sekaligus super optimis, segala sesuatu ada untung dan jalan ceritanya. Apalah arti kerepotan secara massal kita yang sebentar jika dibanding dengan efek natural abu tersebut terhadap kesuburan tanah dan pertanian kita untuk jangka waktu yang sangat lama. Abu ini sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah kita yang sudah penuh dengan campuran plastik, karena ia dapat menahan air dan oksigen lebih lama untuk akar tanaman, air tidak langsung blas masuk perut bumi. Kalau anda penyuka tanaman air bunga teratai atau lotus, ini adalah media campur yang paling baik untuk mereka, kesuburanya akan berlangsung lama.

Proses yang sudah berlangsung jutaan tahun ini lah yang memberikan predikat kesuburan no. 1 untuk semua daerah khatulistiwa dengan ' ring of fire'-nya. Tergambar jelas jejak tertinggal pada wuwung atap rumah jawa yang selalu menghitam, abu vulkanik turut ambil bagian didalam proses patinanya. Tabungan abu untuk masa depan.
Rp 0,- Bisa ditemukan juga didepan rumah anda.