BENDA ANTIK ORISINIL, VINTAGE DAN KONTEMPORER. -------------------------------------------------------- "Semua sentuhan, keringat, debu dan cuaca, meninggalkan jejak tanda kehidupan, menciptakan nyawa ,,," - FILOSOFI PATINA ................................................................................................ patinantik@gmail.com ......+62-878-3901-8182
March 23, 2017
JAPANESE DRIP GLAZE TEAPOT
TEKO JEPANG 'DRIP GLAZE'
Keramik stoneware glasir warna hijau , coklat dan orange
1930 - 1950an, Jepang
9 cm x 15 cm, tinggi 15 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh
Zold - Sulsel
CHINESE MARTAVAN / STONEWARE JAR
GUCI GLASIR COKLAT
Keramik stoneware glasir coklat
Abad 17, Guangdong, Cina
Diameter 34 cm, tinggi 35 cm
2 buah kupingan sudah tidak ada dan ada lecet glasir sedikit-sedikit
Zold - Jakarta
March 19, 2017
MADJALAH PANDJI POESTAKA
6 MAJALAH PROPAGANDA PANDJI POESTAKA
Terbitan Kokumin Tosjokyoku / Penerbit Nasional
Balai Poestaka, Djakarta
20,5 cm x 28,5 cm
# No. 9 + 10 tanggal 8 Maret 2603 / 1943
Edisi perayaan 1 tahun Jepang menguasai pulau Jawa - 98 halaman
Ada sudut termakan tikus, sampul muka bagian atas ada tersobek
1 lembar ada bagian yang tergunting
# No.12 tanggal 30 Maret 2603 / 1943 - 42 halaman
Ada geripis bagian bawah digigit tikus
1 lembar isi tergunting
# No. 14 tanggal 15 April 2603 / 1943 - 42 halaman
Ada lecet sedikit-sedikit, relatif masih baik
# No. 15 tanggal 29 April 2603 / 1943
Edisi perayaan ulang tahun Kaisar Jepang - 102 halaman
Sudut bawah tergigit tikus, ada 4 lembar ( 8 halaman ) yang hilang
# No. 16 tanggal 15 Mei 2603 / 1943 - 42 halaman
Ada lecet sedikit-sedikit, relatif masih baik
# No. 17 + 18 tanggal 1 Mei 2063 / 1943
Edisi gabungan - 62 halaman
Ada lecet sedikit-sedikit, relatif masih baik
Majalah seni budaya & kesusastraan bentukan pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk menjalankan politik etis memberikan pendidikan sebagai balas budi untuk negara jajahannya.
Sejak masuknya Nippon ke Jawa pada awal bulan Maret 1942 dan menggulingkan pemerintahan Belanda, majalah ini sempat terhenti sejenak.
Terbit kembali pada April 1942, tetapi sudah mengalami tumpangan misi, menjadi bagian dari propaganda Jepang, visi kebudayaan dan kesusastraan tetap berjalan walau dalam pengawasan ketat.
6 majalah :
Zold - Jakarta
March 17, 2017
MAJALAH KADJAWEN II
6 MAJALAH KADJAWEN 1940an
Terbitan Balai Poestaka, Batavia
21 x 29 cm
# No. 88 / 4 Nov. 1941 - 20 halaman
Ada noda, geripis bekas gigitan tikus
# No. 97 / 5 Des. 1941 - 20 halaman
Ada noda, lecet sedikit-sedikit
# No. 100 / 16 Des. 1941 - 16 halaman
Ada noda, lecet sedikit-sedikit
# No. 6 / 16 Jan. 1942 - 16 halaman
Ada sompal besar dimakan si Tikus
# No. 7 / 20 Jan 1942 - 20 halaman
Ada noda dan sobek pada sudut di 3 lembar pertama
# No. 8 / 23 Jan. 1942 - 16 halaman
Ada noda dan lecet, cuil sedikit-sedikit
6 majalah berbahasa Jawa dalam aksara Latin, suasana perang Asia Pasifik tercermin dalam isi-nya. Mendekati bulan-bulan akhir hidup majalah ini sebelum masuknya Jepang pada awal Maret 1942.
Pada masa pendudukan Jepang, majalah ini adalah salah satu yg ditutup, alasannya mungkin saja karena terbitan Balai Poestaka yang notabene adalah perwakilan pemerintahan Hindia Belanda dalam bidang pemberitaan / pendidikan.
Buku-buku dan kertas tua sering dijumpai dalam kondisi pernah di 'baca' Tikus. Tidak mengherankan karena Tikus dikenal sebagai salah satu jenis binatang yang paling pintar, ingin menambah ilmu dengan 'membaca'.
Sulit menjebak tikus dewasa dalam perangkap yang sama diwaktu yang berdekatan. Dia akan belajar dari pengalaman 'teman'nya yang tertangkap hingga tidak jatuh dalam jebakan yang sama di tempat yang sama.
Kecerdasan dan kegigihan Tikus mencari makan dan 'harta' di gambarkan juga dalam kepercayaan Hindu sebagai hewan yang menemani sang Dewa kemakmuran / harta Kubela, atau Jambala dalam agama Buddha.
Herannya kecerdasan Tikus sebagai binatang tidak di praktekkan oleh Tikus yang berwujud manusia, mereka terus melakukan kebodohan dan kejahatan yang sama terus berulang, walau sudah melihat temannya banyak tertangkap.
Mungkin hukuman untuk Tikus manusia tidaklah cukup hanya penjara dan penyitaan harta. Mereka harus dihukum mengerogoti dan memakan buku-buku tampa boleh makan makanan manusia. Agar menjadi pintar dan bijaksana seperti teman Tikus aslinya.
6 buku :
Rp 325.000,- / IDR
Subscribe to:
Posts (Atom)






































