BENDA ANTIK ORISINIL, VINTAGE DAN KONTEMPORER. -------------------------------------------------------- "Semua sentuhan, keringat, debu dan cuaca, meninggalkan jejak tanda kehidupan, menciptakan nyawa ,,," - FILOSOFI PATINA ................................................................................................ patinantik@gmail.com ......+62-878-3901-8182
November 21, 2016
VINTAGE JAPANESE IMARI CHARGER
1 BUAH PIRING MOTIF BUNGA & BURUNG
Stoneware dengan transferprint di bawah glasir
Marking huruf Kanji ' Seiho Gama '
1950 - 1970an, Arita, Jepang
Diameter 31,5 cm x 3,7 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh
Zold - Tanggerang
November 12, 2016
JAPANESE SATSUMA CHARGER
PIRING BESAR SATSUMA
Stoneware lukis enamel, moriage dan gilding emas di atas glasir, lukis biru bawah glasir
Marking 3 huruf Kanji ' ? ? Sei '
Meiji Period, 1868 - 1912, Jepang
Diameter 29,5 cm, tinggi 4,5 cm
Ada 1 cuil kecil di pinggir, 2 lecet di pantat bekas kawat dan 2 cuil sedikit pada tekstur moriage-nya
Gilding emas relatif masih baik, hanya aus di bagian pinggir
Piring berukuran lumayan besar untuk Satsuma yang berhiaskan Arahat / Kannon dari pada umumnya. Dan coretan biru di bawah glasir pada bagian belakang adalah hal yang jarang ditemukan pada Satsuma tipe ini.
Keramik Satsuma yang dibuat pada era Meiji secara garis besar dapat dibedakan dengan periode berikutnya dari jenis keramiknya. Pada era Meiji, kebanyakan Satsuma terbuat dari stoneware , sedangkan sesudah 1920 hingga 1950an cenderung terbuat dari keramik porcelain.
Untuk kita yang awam, membedakan 'stoneware' dengan porcelain ada cara mudah. Porcelain cenderung tembus cahaya / translucent ( bisa kita coba dengan cahaya matahari / senter di tempat gelap ), sedangkan stoneware tidak.
Satsuma yang terbuat dari stoneware cenderung mempunyai retak seribu pada permukaan glasir, bisa samar-samar hampir tak terlihat atau bisa sangat jelas. Satsuma porcelain 1920an ke atas cenderung tidak mempunyai retak seribu glasir. Walau semua ini bukanlah hal mutlak, tapi dapat dilihat sebagai kecenderungan, bisa membantu kita menentukan usia si Satsuma selain dari marking pembuat.
Zold - Batam
Labels:
CERAMIC - JAPAN,
ZOLD
November 9, 2016
CZECH GLASS CHARMS
2 BUAH LIONTIN KACA 'KRISTAL'
Kaca dan logam baja / kuningan
1920 - 1930, Bohemia / Cekoslovakia
Salah satu tertulis ' Made In Czecho - Slovakia '
Kelinci : 2,6 cm x 1,3 cm x 1,5 cm
Babi : 1,8 cm x 1,3 cm x 2,2 cm
Mata kaca sudah tidak ada, kondisi relatif masih baik
Benda kecil unik ini dipergunakan sebagai liontin kalung atau hiasan gelang tangan, kadang dianggap sebagai hiasan 'jimat' / lucky charm .
Di kenal juga sebagai ' Cracker Jack charm ' karena dahulu benda ini sering di masukkan ke dalam bungkus makanan ringan / snack sebagai hadiah, sebuah kebiasaan sejak jaman Victorian di Inggris dan Amerika.
Fungsi lainnya, dia kerap digantungkan sebagai hiasan pada tutup botol kristal parfum buatan Bohemia.
Salah satu kelemahan benda ini terletak pada kaca bola matanya, karena perekat cenderung sudah rapuh setelah berumur hampir 100 tahun, kebanyakan bola mata benda ini di gantikan dengan batu / kaca baru di toko perhiasan jika ingin melengkapinya. Begitu juga kalung leher logamnya, sering di jumpai rusak / hilang karena pemakaian atau termakan usia.
Sedangkan kaca 'kristal'nya relatif lebih kuat, karena terbuat dari cetakan padat solid. Selain ukurannya yang kecil ringan, kualitas kaca yang baik, benda ini ' kemungkinan' dapat bertahan utuh walau tak sengaja jatuh ke lantai dengan ketinggian sekitar 1 meter.
Cetakan padat tumpul ini juga membuatnya aman di pergunakan sebagai kalung atau gelang tangan.
Secara umum, liontin Bohemia berbentuk binatang ini terbagi dalam 3 jenis menurut kelangkaannya. Yang pertama berwujud anjing dan kucing, ini adalah bentuk yang relatif paling sering di jumpai.
Ke 2, berwujud kelinci, monyet, babi, bebek, burung hantu, beruang dan kodok. Jenis ke 3 adalah yang paling sulit / jarang sekali di temukan, berbentuk burung beo, penguin dan singa.
Selain menurut jenis kelangkaan binatangnya, kristal ini juga di nilai menurut keindahan warna dan kehalusan pembuatannya. Walau mempunyai tema binatang yang sama ( babi misalnya ), belum tentu bentuk dan kualitas pembuatannya identik. Biasanya selalu ada sedikit-sedikit perbedaan, baik wujud fisik atau kehalusannya. Hal ini terjadi karena benda-benda seperti ini dibuat secara manual oleh ratusan industri rumah tangga yang berbeda-beda di Bohemia. Ratusan pembuat ini tentunya mempunyai standarisasi kualitas dan tehnik yang berbeda satu sama lain.
2 ekor binatang ini :
Zold - Banjarnegara
October 30, 2016
FRENCH PALAIS ROYAL PERFUME BOTTLE & JEWELRY HOLDER
1 SET BOTOL PARFUM, CERMIN & WADAH PERHIASAN
Kaca tiup cranberry gilded lukis enamel, cermin bevel, kristal pada tutup botol dan perunggu ormolu
Abad 19, Paris, Prancis
Marking angka pembuatan 1034 pada ke 4 kaki dan 1814 di belakang
16,8 cm x 10 cm, tinggi 17,9 cm
Diameter botol 3 cm, tinggi 7,2 cm
Gilding emas sedikit-sedikit pudar pada bagian botol dan mangkok wadah
Ada jamur dan pudar pada bagian atas cermin dan 1 cuil kecil pada ukiran logam penahan cermin
Relatif masih sangat baik
Palais Royal adalah istilah untuk daerah di Paris sekitaran dekat Istana Kerajaan Prancis, yang banyak membuat benda seni dengan tingkat kerumitan dan detail yang tinggi.
Kaca 'kristal' Cranberry di sebut juga Ruby Gold, karena warna merah yg timbul berasal dari bahan mengandung 'serbuk emas '. Penemuan warna ini sudah ada sejak abad 4 Masehi, dan di populerkan lagi oleh pengrajin dari daerah Bohemia.
Karena mahalnya unsur emas ini, Cranberry tidak pernah di produksi secara massal, lebih digunakan untuk pengerjaan manual kaca tiup, untuk benda seni atau kerajinan yang lebih terbatas.
Motif benda ini mengandung unsur tetumbuhan dan bunga, dengan hiasan pokok kepala Dewa Pan pada ke empat kakinya.
Pan adalah dewa keos / chaos atau Dewa Kekacauan, PANik.
Pan juga identik sebagai Dewa alam liar, lembah hutan, terutama kesuburan dan musim semi, selaras dengan ornament yang menyertainya pada set parfum di atas.
Dia digambarkan dengan bentuk manusia yang mempunyai tanduk, telinga, ekor dan kaki kambing / domba.
Sifatnya yang menimbulkan kepanikan menggambarkan unsur liar dari alam dalam prilaku manusia, kalau di konotasikan lebih jauh mirip seperti unsur 'Yang' dalam filosofi Cina.
Last but not least, figur Dewa Pan menjadi salah satu figur yang banyak dipakai untuk benda seni dalam pergerakan Romantisme pada abad 18 dan 19 di Eropa.
Zold - Surabaya
Subscribe to:
Posts (Atom)