Home

13 Maret 2015

DULLAH ( ? ) PAINTING








Lukisan realis sosok nenek.
Cat minyak diatas kanvas.
Bertanda tangan seolah-olah pelukis Dullah ,1980.
Perkiraan tahun 1995 - 2000.
Lukisan 30cm x 40cm, dengan frame 50cm x 60cm.

Lukisan dengan kemampuan teknik realis tinggi ini secara teknis memang cukup memenuhi syarat untuk di akui sebagai lukisan maestro realis Dullah. Tehnik pencahayaan, palet warna, guratan kasar dan tebal tipis, semua menandakan ciri dari pelukis Dullah, terutama pada pose atau komposisi dan pemilihan obyek lukisannya.Bahkan kejelian Dullah dalam mengekspos ketidak 'balance'-an wajah, terutama kelopak mata yang sering terjadi pada orang yang sudah tua, pun terlihat disini. Tapi hal yang tidak dimiliki oleh lukisan ini adalah nyawa atau taksu-nya menurut orang Bali, lebih gampangnya ; tidak ada greget-nya, hal yang menjadi syarat utama lukisan yang baik dari para maesto. Demikian juga dalam hal teknik, walaupun terlihat mumpuni, tapi yang tampil hanyalah fisiknya, tidak dapat menghadirkan 'rasa', dalam hal ini seperti : kulitnya tidak terasa kenyal alami, bajunya tidak tahu mewakili bahan apa, sifon ?, katun ?, kaos ?, atau sutra ?. Selendangnya memang terasa seperti bahan katun, itu pun karena tertolong oleh tekstur bahan kanvas aslinya.
Hal lain yang membuat ini makin bukan karya Dullah adalah tanda tangannya yg terlihat sangat ingin menonjol, padahal tanda tangan pelukis Dullah biasanya sangat sensitif penempatannya, ditempat atau sudut yang tidak mengganggu atau dominan, membiarkan obyek lukisannya yang tampil utama, bahkan kadang tanda tangannya sangat miris antara ada dan tiada.

Lukisan ini bukanlah repro, karena tidak / belum diketahui lukisan Dullah yang sama / mirip dengan ini, lukisan ini adalah asli kreasi sesosok individu, hanya saja memakai / meniru nama Dullah sebagai tunggangannya. Dan kemungkinan besar individu ini sangat mengenal teknik dan metode pelukis Dullah, bisa jadi ini adalah kreasi murid didikan Dullah yang memang lumayan banyak ketika beliau mendirikan sanggar Pejeng, Bali. Kalau memang ini adalah kreasi anak didik Dullah, sangatlah disayangkan, walau sudah dibekali ilmu tinggi oleh seorang maestro, tapi tidak mempunyai idealisme dan kepercayaan diri. Sehingga akhirnya lukisan yang terlihat menarik mata ini, hanya bisa pada posisi penghias atau pajangan saja, walaupun mempunyai garapan dan teknik diatas rata-rata,... ya, diatas rata-rata repro-an atau Dullah-Dullah-an, yang sangat banyak beredar sebagai pemanis interior semata.
Rp 900.000,-